Ilmuwan Mau Pakai Laser dalam Pemburuan Alien

Ilustrasi Alien
Sumber :
  • Pixabay

BANDUNG – Para ilmuwan telah mengusulkan penggunaan laser untuk observatorium gelombang gravitasi terbesar di dunia guna memindai riak-riak di ruang-waktu yang tersisa dari pesawat ruang angkasa raksasa alien memindai riak-riak di ruang-waktu yang tersisa dari pesawat ruang angkasa.

Gelombang gravitasi keluar ketika benda bermassa bergerak melalui ruang. Objek yang lebih besar —seperti planet, bintang neutron, atau lubang hitam— menghasilkan gelombang gravitasi yang lebih menonjol. bermassa bergerak melalui ruang. Objek yang lebih besar —seperti planet, bintang neutron, atau lubang hitam— menghasilkan gelombang gravitasi yang lebih menonjol. 

Riak ruang-waktu ini pertama kali terdeteksi secara langsung pada tahun 2015. Tetapi sejak itu, para ilmuwan menjadi lebih baik dalam mendeteksi gelombang saat mereka berputar di kosmik kita.

Perhitungan baru yang diterbitkan 5 Desember ke database pracetak arXiv menunjukkan bahwa Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) yang berbasis di AS dapat melihat di luar sumber konvensional untuk riak ruang-waktu ini. 

Pesawat ruang angkasa alien kolosal yang bergerak dengan kecepatan tinggi, atau didorong oleh warp drive, juga akan menghasilkan getaran tanda, melansir dari laman Live Science, Jumat, 23 Desember 2022.

Detektor LIGO melihat gelombang gravitasi dari distorsi kecil yang mereka buat dalam ruang-waktu saat melewatinya. Terdiri dari dua detektor berbentuk L yang berpotongan di mana masing-masing dengan dua lengan sepanjang 2,48 mil (4 kilometer) dan dua sinar laser yang identik di dalamnya.

Percobaan dirancang sedemikian rupa sehingga jika gelombang gravitasi melewati Bumi, sinar laser di satu lengan dari detektor akan dikompresi. Sementara yang lain akan mengembang, menciptakan perubahan kecil pada panjang jalur relatif dari berkas yang tiba di detektor.