Kuliner Gudeg Ada Sejak Kerajaan Mataram, Terkenal Hingga Singapura

Kuliner khas Yogyakarta Gudeg yang populer hingga manca negara
Sumber :
  • tangkap layar instagram @defhappytummy

Gudeg dibuat dari buah nangka yang tumbuh di banyak pulau di Kepulauan Melayu, khususnya di Jawa, dan merupakan tanaman pangan yang cukup penting.

Sejumlah besar rempah-rempah dan bumbu tertentu digunakan dalam proses perebusan, rempah ini juga meningkatkan masa simpan gudeg.

Di Jawa Tengah, ada legenda yang mengaitkan asal usul Gudeg dengan berdirinya Kesultanan Mataram pada akhir abad ke-16.

Dikisahkan bahwa, pada saat itu pejuang yang membuka hutan untuk pembangunan ibu kota negara baru di wilayah Yogyakarta saat ini tidak mendapat pasokan makanan yang memadai.

Sementara itu hanya pohon nangka dan kelapa yang tumbuh subur di hutan tersebut.

Saat masih muda buah nangka keras, dan tidak dapat dimakan mentah, mereka pun merebus buah nangka muda dalam santan dalam panci logam besar dan mengaduknya dengan papan kayu.

Proses memasak seperti ini dalam bahasa jawa sehari-hari disebut hangudek (bahasa jawa) "mengaduk".

Dari kata inilah menurut legenda, menjadi asal mula nama makanan yang ditemukan oleh prajurit Mataram tersebut, "Gudeg".

Cara Membuat Gudeg

Gudeg dibuat dari daging buah nangka yang masih mentah. Berbeda dengan daging buah nangka matang, yang lembut, kuning cerah, berminyak dan rasanya sangat manis, nangka mentah memiliki konsistensi padat dan agak kering, bergetah, berwarna keputihan atau krem ​​​​ringan dan tidak bisa dimakan mentah.