Bahaya! Smart Home Kamu Bisa Disadap, Begini 7 Cara Mengamankannya!
Dengan begitu, kalaupun perangkat IoT diretas, peretas tidak bisa langsung mengakses perangkat lain yang menyimpan data pribadimu.
Pastikan jaringan WiFi untuk IoT juga dilindungi password yang kuat.
4. Nonaktifkan fitur yang tidak digunakan
Banyak perangkat IoT memiliki fitur yang mungkin tidak kamu butuhkan tapi membuka celah keamanan, seperti akses jarak jauh, mikrofon, atau kamera.
Misalnya, jika kamu tidak perlu mengontrol AC dari luar rumah, matikan fitur remote access-nya.
Pada smart TV, nonaktifkan mikrofon dan kamera jika fitur itu ada dan tidak kamu gunakan. Setiap fitur yang aktif adalah potensial titik masuk bagi peretas.
5. Periksa pengaturan privasi dan izin aplikasi
Aplikasi pengontrol perangkat IoT sering meminta izin yang berlebihan di smartphone kita.
Periksa dan batasi izin aplikasi ini hanya pada yang benar-benar diperlukan.
Misalnya, aplikasi pengontrol bohlam pintar tidak perlu akses ke kontak atau lokasi GPS-mu.
Juga periksa pengaturan privasi di dashboard perangkat, batasi pengumpulan dan berbagi data hanya yang esensial.
6. Gunakan nama perangkat yang netral
Hindari menggunakan nama yang mengungkapkan informasi pribadi saat menamai perangkat IoT-mu di jaringan.
Alih-alih "CCTV Kamar Anak" atau "Kunci Pintar Pintu Depan", gunakan nama generik seperti "Device1" atau "IoT3".
Ini mencegah peretas mengidentifikasi jenis perangkat dan lokasinya di rumahmu, yang bisa dimanfaatkan untuk serangan yang lebih spesifik.
7. Matikan perangkat saat tidak digunakan
Cara paling sederhana tapi efektif adalah mematikan perangkat IoT saat tidak digunakan, terutama kamera dan mikrofon.
Beberapa smart plug bahkan memungkinkan kamu mengatur jadwal untuk memutus aliran listrik ke perangkat IoT pada jam-jam tertentu.
Perangkat yang mati tidak bisa disadap atau diretas.
Ingat, keamanan jaringan rumahmu hanya sekuat mata rantai terlemahnya, dan itu sering kali adalah perangkat IoT.*