Dapat Email atau SMS Bank Palsu? Hati-Hati, Bisa Jadi Serangan Phishing!

Ilustrasi phising
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Phishing adalah salah satu metode peretasan paling berbahaya.

img_title Saldo DANA Gratis Setiap Hari, Berikut 5 Aplikasi Penghasil Uang Terpercaya

Hacker menggunakan metode pising untuk mencuri akun bank, media sosial, hingga email.

Hacker menyamar sebagai pihak resmi dan menipu korban agar memberikan informasi pribadi.

img_title Jangan Sampai Ketinggalan! Begini Cara Klaim Saldo DANA Kaget Terbaru 2025

Phishing sering kali terlihat meyakinkan sehingga banyak orang tertipu.

Bagaimana Cara Kerja Phishing?

img_title Cara Cepat Klaim DANA Kaget, Jangan Sampai Kehabisan Saldo Gratis!

Serangan phishing biasanya dilakukan melalui email, pesan singkat, atau situs web palsu.

Hacker membuat tampilan yang menyerupai bank, marketplace, atau media sosial.

Mereka meminta korban untuk memasukkan data seperti username, password, atau PIN. Setelah korban mengisi, data tersebut langsung jatuh ke tangan peretas.

Hacker

Photo :
  • id.pinterest.com

Contohnya, Anda mungkin menerima email dari "bank" yang meminta verifikasi akun.

Email itu memiliki logo bank yang sama persis. Saat Anda mengklik tautan di dalamnya, Anda diarahkan ke situs yang tampak asli.

Padahal, itu adalah situs palsu yang hanya bertujuan mencuri informasi Anda.

Jenis-Jenis Phishing yang Sering Terjadi

1. Email Phishing

Ini adalah metode paling umum. Peretas mengirim email palsu yang terlihat seperti dari perusahaan resmi.

Mereka sering menggunakan bahasa mendesak, seperti "Akun Anda akan diblokir, segera lakukan verifikasi!"

2. Smishing (SMS Phishing)

Phishing juga dilakukan lewat SMS. Biasanya, korban mendapat pesan berisi tautan untuk mengklaim hadiah atau memperbarui data akun.

Saat korban mengklik tautan tersebut, mereka diarahkan ke situs palsu yang meminta informasi pribadi.

3. Spear Phishing

Ini adalah phishing yang lebih terarah. Hacker menargetkan individu atau perusahaan tertentu.

Mereka mengumpulkan informasi pribadi calon korban untuk membuat serangan lebih meyakinkan.

Cara Menghindari Phishing

  • Jangan mudah percaya email atau SMS yang meminta data pribadi.
  • Selalu periksa alamat email atau nomor pengirim. Jika terlihat mencurigakan, abaikan.
  • Jangan klik tautan sembarangan. Jika ragu, kunjungi situs resmi langsung melalui browser.
  • Gunakan verifikasi dua langkah untuk akun penting seperti bank dan media sosial.
  • Jika mendapat pesan mencurigakan dari bank, hubungi langsung layanan pelanggan resminya.

Phishing semakin canggih dan sulit dikenali. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada agar tidak menjadi korban.*