Pakai Sidik Jari untuk Keamanan? Ternyata Bisa Diretas dengan Mudah!

Sidik jari pada ponsel
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Keamanan dengan sidik jari memang praktis. Tinggal tempelkan jari, langsung bisa membuka HP atau aplikasi.

img_title Beneran Bisa? Trik Ini Bantu Kamu Lepas dari Candu HP Tanpa Ribet!

Tapi, tahukah kamu kalau teknologi ini bisa diretas? Banyak yang mengira sistem biometrik lebih aman dari kata sandi biasa. Kenyataannya, tidak sesederhana itu.

Sidik jari memang unik, tapi tidak sulit ditiru. Penjahat siber punya banyak cara untuk mencuri data biometrik.

img_title Sering Diteror Pinjol, Ganti Nomor HP Jadi Solusi Terbaik?

Salah satunya adalah dengan mengambil sidik jari dari benda yang sering kita pegang, seperti layar HP, gelas, atau meja.

Mereka bisa menggunakan teknik khusus untuk menyalin sidik jari tersebut dan mencetaknya dalam bentuk silikon atau bahan lain.

img_title 5 Cara Lacak Hape Android Hilang, Pastikan Koneksi Internet Stabil

Sidik jari pada ponsel

Photo :
  • Pinterest

Selain itu, beberapa sistem biometrik masih memiliki celah keamanan. Ada teknologi yang hanya membaca pola permukaan jari, bukan struktur di dalamnya.

Ini membuatnya lebih mudah ditipu dengan sidik jari palsu. Bahkan, ada kasus di mana sensor sidik jari bisa dibuka hanya dengan foto berkualitas tinggi.

Cara lain yang sering digunakan hacker adalah malware. Jika perangkatmu sudah terinfeksi, data biometrik bisa dikirim langsung ke mereka.

Ini bisa terjadi saat kamu mendaftarkan sidik jari di aplikasi tertentu yang ternyata tidak aman.

Lalu, bagaimana cara menghindarinya?

1. Gunakan sidik jari hanya untuk hal tertentu

Jangan pakai sidik jari untuk semua hal, terutama transaksi keuangan. Gunakan kombinasi keamanan lain seperti PIN atau autentikasi dua faktor.

2. Bersihkan permukaan yang sering disentuh

Jika sering memakai sidik jari untuk membuka HP, biasakan membersihkan layar agar tidak ada bekas yang bisa ditiru.

3. Pilih perangkat dengan sistem biometrik canggih

Teknologi pemindaian 3D lebih sulit diretas dibanding pemindaian 2D biasa. Periksa spesifikasi sebelum membeli perangkat.

4. Jangan sembarangan daftar biometrik di aplikasi

Pastikan aplikasi yang meminta sidik jari berasal dari sumber terpercaya. Jangan mudah tergoda fitur keamanan yang belum jelas keamanannya.

Teknologi sidik jari memang mempermudah hidup, tapi tetap ada risiko. Jangan sampai malah jadi celah untuk hacker mencuri data pribadimu.*