Pascal Struijk Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia, Ini Profilnya
- YouTube
VIVABandung – Nama Pascal Struijk kembali menjadi perbincangan di tengah persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027.
Bek tengah yang kini memperkuat Brighton & Hove Albion tersebut dikaitkan dengan kemungkinan memperkuat skuad Garuda melalui jalur naturalisasi.
Pemain kelahiran Belgia itu memiliki garis keturunan Indonesia sehingga namanya kerap muncul dalam pembahasan mengenai pemain diaspora yang berpotensi membela tim nasional.
Meski demikian, kabar mengenai ketertarikan Timnas Indonesia terhadap Pascal Struijk masih perlu disikapi dengan hati-hati.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari PSSI maupun pernyataan dari Struijk yang memastikan proses naturalisasi atau perpindahan federasi untuk membela Indonesia.
Isu tersebut kembali mencuat setelah pelatih John Herdman memberi sinyal bahwa Timnas Indonesia berpeluang mendapat tambahan pemain untuk memperkuat skuad dalam beberapa bulan mendatang.
Langkah itu menjadi bagian dari persiapan menghadapi persaingan Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi.
Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.
Komposisi grup tersebut membuat persiapan skuad Garuda menjadi perhatian, termasuk kemungkinan penambahan pemain untuk meningkatkan kualitas pertahanan.
Struijk pun dianggap menarik untuk dibahas karena memiliki pengalaman bermain di kompetisi sepak bola Inggris.
Perjalanan Karier Pascal Struijk
Pascal Augustus Struijk lahir di Deurne, Belgia, pada 11 Agustus 1999.
Ia memiliki kewarganegaraan Belanda dan berkembang sebagai pesepak bola profesional di Eropa.
Struijk mengawali perjalanan sepak bolanya di akademi ADO Den Haag sebelum melanjutkan perkembangan di akademi Ajax Amsterdam.
Pada 2018, ia bergabung dengan Leeds United dan kemudian meniti karier hingga menembus tim utama klub tersebut.
Bersama Leeds United, Struijk memperoleh pengalaman bermain di kompetisi Inggris, termasuk menghadapi persaingan ketat di Premier League.
Ia dikenal sebagai bek tengah dengan postur sekitar 1,90 meter yang mendukung kemampuannya dalam duel udara dan menjaga area pertahanan.
Pada Juni 2026, Struijk meninggalkan Leeds United untuk bergabung dengan Brighton & Hove Albion.
Kepindahan tersebut menjadi babak baru dalam kariernya di sepak bola Inggris.
Pengalaman bermain di level klub yang kompetitif membuat namanya menarik perhatian ketika pembahasan mengenai penguatan lini belakang Timnas Indonesia kembali muncul.