Ini Evaluasi Hyundai Hillstate Setelah Tersingkir dari KOVO Cup 2026!
- Hyundai Hillsate
VIVABandung – Hyundai Hillstate harus mengakhiri perjalanan di KOVO Cup 2026 setelah kalah 0-3 dari GS Caltex pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Hasil ini membuat tim Megawati Hangestri Pertiwi gagal melaju ke semifinal.
Kekalahan tersebut bukan karena Hyundai kehilangan seluruh tumpuan serangan.
Megawati mencetak 15 poin, sedangkan Jordan Wilson menyumbang 13 poin, tetapi kontribusi keduanya belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan.
Dua pemain produktif belum cukup
Hyundai sempat memberikan perlawanan pada set pertama.
Namun, GS Caltex mampu mengamankan set pembuka dengan skor 25-23, sebelum memperlebar jarak melalui kemenangan 25-15 pada set kedua.
Pada set ketiga, Hyundai kembali mencoba mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 20-20.
GS Caltex tetap lebih efektif di momen penentuan dan menutup pertandingan dengan skor 25-22.
Hasil itu memperlihatkan tantangan Hyundai bukan hanya soal mencetak poin melalui pemain andalan.
Mereka juga perlu menjaga konsistensi permainan ketika lawan mulai menjauh dan saat skor memasuki fase krusial.
Empat pemain GS Caltex jadi pembeda
GS Caltex tidak bergantung pada satu pencetak angka. Berdasarkan laporan Topstarnews, yang mengutip kantor berita Korea Selatan Yonhap, Gyselle Silva mengemas 17 poin, Thanacha Sooksod 13 poin, Kwon Min-ji 11 poin, dan Choi Ga-eun 10 poin.
Keempat pemain itu sama-sama menembus dua digit poin. Sebaran kontribusi tersebut membuat serangan GS Caltex memiliki beberapa sumber ancaman, bukan hanya bertumpu pada Silva.
Di sisi lain, Hyundai memang memperoleh 28 poin gabungan dari Megawati dan Jordan.
Namun, angka tersebut tidak otomatis menjamin kemenangan karena hasil pertandingan juga ditentukan oleh kontribusi pemain lain, pertahanan, serta efektivitas pada poin-poin penting.
Evaluasi Hyundai: masalah terlihat pada momen penentuan
Catatan penting muncul pada set ketiga. Menurut laporan media, Hyundai sempat berbalik unggul 16-12, tetapi GS Caltex mampu mengejar dan membalikkan keadaan hingga menang 25-22.
Situasi itu menjadi bahan evaluasi yang lebih konkret daripada sekadar melihat jumlah poin pemain.
Hyundai perlu memperbaiki kemampuan mempertahankan keunggulan, mengurangi kesalahan sendiri, dan menuntaskan reli penting ketika tekanan meningkat.