Dean Zandbergen Gagal, Ini Profil Striker Muda yang Bisa Dilirik Garuda!
- Dok. Ist
VIVABandung – Gagalnya peluang naturalisasi Dean Zandbergen membuat pencarian penyerang untuk Timnas Indonesia kembali menarik perhatian.
Nama Markús Páll Ellertsson, striker muda asal Islandia yang disebut mencetak 12 gol, muncul sebagai sosok yang layak dibahas dari sisi performa dan profil bermainnya.
Pemain berusia 20 tahun itu memperkuat IA Akranes di kompetisi Islandia.
Namun, belum ada konfirmasi dalam sumber yang tersedia bahwa PSSI atau pelatih John Herdman telah menjadikannya target naturalisasi.
Dean Zandbergen Tak Bisa Melanjutkan Proses Naturalisasi
Herdman sebelumnya menjelaskan bahwa Zandbergen tidak memenuhi persyaratan keturunan untuk membela Timnas Indonesia.
"Kami sempat dekat dengan Dean Zandbergen, tetapi garis keturunannya tidak memenuhi syarat," kata Herdman, sebagaimana dikutip dalam pemberitaan.
Kendala itu berkaitan dengan garis keturunan dari buyutnya.
Karena itu, mencari pemain lain tidak cukup hanya dengan mempertimbangkan kemampuan mencetak gol, tetapi juga harus memastikan persyaratan kewarganegaraan dan kelayakan membela Indonesia.
Markús Ellertsson Menarik dari Sisi Produktivitas
Markús Páll Ellertsson memiliki profil berbeda dari Zandbergen.
Ia merupakan penyerang tengah dengan kaki dominan kiri dan tinggi badan sekitar 1,89 meter, berdasarkan data profil yang dikutip dari Transfermarkt.
Karakter tersebut membuatnya menarik untuk dikaji sebagai penyerang yang beroperasi di area kotak penalti.
Meski demikian, tinggi badan dan posisi bermain saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa ia cocok dengan kebutuhan taktik Timnas Indonesia.
Dari sisi produktivitas, Markús disebut membukukan 11 gol di liga dan satu gol di kompetisi piala domestik.
Status Timnas Islandia Belum Menjadi Jaminan
Markús dilaporkan belum pernah tampil bersama tim senior Islandia.
Ia tercatat memiliki empat penampilan bersama tim U-19 negara tersebut, sebagaimana diberitakan TribunWow.com.
Catatan itu perlu dibaca secara hati-hati. Belum bermain untuk tim senior suatu negara tidak otomatis membuat seorang pemain memenuhi syarat untuk memperkuat negara lain.
Kelayakan membela Indonesia tetap bergantung pada dokumen kewarganegaraan, riwayat keluarga, serta ketentuan FIFA yang berlaku.
Beberapa media yang memberitakan belum menunjukkan adanya bukti garis keturunan Indonesia pada Markús.