Rivalitas 'El Clasico' Jangan Lagi Hilangkan Nyawa

Persib vs Persija Jakarta
Sumber :
  • Pinterest

BANDUNG - Rivalitas suporter Persib (Bobotoh) dan suporter Persija (The Jak) memang cukup mengakar lama di persepakbolaan tanah air. Bahkan para pengurus di kedua suporter kini terus berupaya mencari titik temu agar persaingan itu tak kembali berujung pada aksi saling menghilangkan nyawa.

img_title Jadwal Super League Pekan 7: Persija vs Persik, Persib Tantang Garudayaksa

Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno menilai persaingan antara suporter klub sepakbola memang harus tetap ada. Namun dengan catatan persaingan itu tak berujung dengan jatuhnya korban jiwa.

"Kalo bicara soal rivalitas sehat dan tidak sehat itu bias ya. Saya lebih pas mengatakannya dengan rivalitas yang asik dan enggak asik. Nah yang enggak asik itu kalo udah ada nyawa yang melayang," ungkap Diky dalam wawancara Ekslusif Ketua Umum The Jakmania di akun BobotohTV.

img_title Prediksi Garudayaksa vs Persib: Rotasi Lini Tengah Jadi Kunci Pangeran Biru

Menurutnya, rivalitas tetap perlu ada untuk menambah keseruan menyaksikan pertandingan sepakbola. 

img_title Jadwal Pekan Ke-7 BRI Super League 2026, Persib Bandung Bangkit atau Tercecer

Persib dan Persija

Photo :
  • Istimewa

Terlebih di Indonesia,  Sepakbola, lanjutnya sudah mengarah kepada keyakinan atau agama. Dimana para suporter sudah meyakini klub yang dibelanya lebih bagus dari klub lain.

Sehingga untuk menghindari korban jiwa dalam benturan keyakinan antara suporter itu perlu upaya khusus. Terlebih dalam menyamakan frekuensi pemahaman di tingkat akar rumput. Jadi upaya perdamaian itu tak hanya berlangsung di jajaran elite suporter saja.

"Damai itu kata kerja, jadi perlu aksi nyata. Langkah nyatanya ya kita stop ujaran kebencian. Baik di sosmed maupun di stadion," ujar Diky.

Bila memang ingin serius untuk mengatasinya, Ia juga menilai Negara perlu turut campur bila memang diperlukan. Dengan membuat regulasi khusus terkait penistaan klub atau suporter.

"Kontrol sosmed diperlukan, jangan sampai akun provokasi semakin merebak. Disinilah perlunya pihak lain seperti federasi, operator, kepolisian dan kekuatan negara untuk mengatur itu semua," pungkasnya. (hru)