Teori Stephen Hawking yang Terbukti Benar dan Masih Diragukan

Profesor Stephen Hawking
Sumber :
  • U-Report

Dengan menerapkan teori kuantum, dia menyadari bahwa beberapa foton ini akan tampak terpancar dari lubang hitam. Saat ini hal tersebut dikenal sebagai radiasi Stephen Hawking yang baru-baru ini dikonfirmasi dalam percobaan laboratorium di Institut Teknologi Technion-Israel.

img_title Cara Membuat Tongseng Daging Sapi yang Empuk dan Memanjakan Lidah

Sebagai pengganti lubang hitam asli, para peneliti menggunakan analog akustik, sebuah "lubang hitam sonik" yang gelombang suaranya tidak dapat keluar. Mereka mendeteksi itu setara dengan radiasi Hawking, sesuai dengan prediksi fisikawan.

Lubang Hitam Purba

img_title Rekomendasi 5 Kuliner yang Enak Dinikmati di Pinggir Pantai, No 3 Paling Diserbu Wisatawan

Lubang hitam tercipta dari keruntuhan gravitasi materi yang sudah ada sebelumnya, seperti bintang. Tapi mungkin ada juga yang tercipta secara spontan di awal alam semesta setelah Big Bang. 

Hawking adalah orang pertama yang mengeksplorasi teori di balik lubang hitam purba secara mendalam. Ternyata mereka bisa memiliki massa apa pun, dari yang sangat ringan hingga yang sangat berat. 

img_title Cara Cepat Mendapatkan Saldo DANA Gratis Pasca Lebaran 2025

Satu kemungkinan menarik yang dipertimbangkan oleh Stephen Hawking adalah bahwa lubang hitam primordial merupakan materi gelap misterius yang diyakini para astronom menembus alam semesta. Namun bukti pengamatan saat ini menunjukkan bahwa hal ini tidak mungkin terjadi.

Multiverse

Salah satu topik yang diutak-atik Hawking menjelang akhir hidupnya adalah teori multiverse, sebuah gagasan bahwa alam semesta kita, yang berawal dari Big Bang, hanyalah salah satu dari gelembung alam semesta yang hidup berdampingan dalam jumlah tak terbatas. 

Dalam makalah terakhirnya pada 2018, Stephen Hawking menulis "mencoba menjinakkan multiverse". Dia mengusulkan kerangka matematika baru yang menjadikannya terbatas. Tetapi spekulasi apa pun tentang alam semesta paralel masih menjadi teka-teki dan mungkin belum bisa diselidiki meski dalam waktu dekat.(dra)