Deretan Ulama Tersohor Putuskan Murtad, Nomor 1 Penulis Tafsir
- viva.co.id
Bandung –Banyak pembaca tertarik pada kisah para ulama kondang yang memutuskan untuk pindah agama.
Seseorang tidak boleh memutuskan untuk pindah agama, terutama seseorang yang terkenal.
Namun, harus mengubah keputusan seseorang, termasuk agama atau keyakinan, tidak salah.
Tidak lumrah jika twrdapat ulama yang putuskan keluar agama Islam. Yang dikatakam ulama pastinya sudah bisa dikatakan alim, karena Ulama juga disebut penuntun ummat setelah Khalifah.
Seperti halnya beberapa ulama yang memilih untuk meninggalkan Islam dan beralih ke agama lain.
Menariknya, salah seorang ulama yang memilih pindah agama tersebut berasal dari salah satu universitas Islam terbesar di dunia, yaitu Universitas Al-Azhar Mesir.
Semua orang berbicara tentang alasan mereka mengubah agama meskipun mereka adalah ulama.
Seseorang tidak boleh memutuskan untuk pindah agama, terutama seseorang yang terkenal.
Padahal, bukan sebuah kesalahan jika ketetapan seseorang harus berubah, termasuk dalam agama atau keyakinan.
Ilustrasi Tokoh Agama
- viva.co.id
Seperti yang dilakukan oleh beberapa ulama yang memilih untuk pindah agama dari Islam ke agama lain.
Orang terkenal kelahiran India ini adalah seorang ulama terkenal yang memiliki ajaran Islam yang ketat.
Keluarganya juga taat beribadah. Setelah beberapa tahun, Imad Uddin Lahiz menjadi terkenal sebagai penerjemah Al Quran ke bahasa Urdu dan penulis tafsir.
Namun ia memilih untuk pindah agama. Awal keputusan tersebut dipilih saat diadakan perdebatan besar di Kota Agra pada tahun 1854.
Dari situ, ia mulai tertarik untuk mengetahui lebih dalam kehidupan seorang Sufi Maulvi Safdar Ali dan memilih membawa semua keluarganya untuk pindah agama.
2. Abdullah Al-Qasiwmi
Mahasiswa yang cerdas Abdullah Al-Qasimi telah menulis banyak buku dan menjadi orang pertama di era modern yang menulis ulasan ilmiah untuk Universitas Al-Azhar Mesir.
Namun, Geotimes menyatakan bahwa Al-Qasimi menjadi sombong karena kecerdasannya. Ia sering menambahkan ayat-ayat yang memuji kebijaksanaannya.
Hal ini mengubah pikirannya hingga ia bertemu dengan seorang gadis atheis di Beirut.
Qasimi menikahi wanita itu dan menjadi seorang ateis. Hingga 1 September 1996, ia akhirnya meninggal dunia.