Beberapa Negara Bangkrut, Ini Arti Resesi Ekonomi

Negara Sri Lanka dikabarkan bangkrut
Sumber :
  • istimewa

BANDUNG – Baru-baru ini istilah dalam ekonomi menjadi perbincangan publik sejak berlangsungnya krisi ekonomi global, berikut ini arti dari resesi ekonomi yang dilansir dari berbagai sumber.

img_title Latihan Weekend Terbayar! Siswa BPK Penabur Sabet Perunggu OSN Ekonomi

Pengertian Resesi Ekonomi

Dalam ekonomi makro resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

img_title BI Jawa Barat Bawa 30 UMKM dan Pesantren Ekspansi Pasar di ISEF 2026

Resesi dapat juga diartikan sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

img_title Teuku Riefky Ungkap Sektor Ini Tambah 1,5 Juta Lapangan Kerja Tiap Tahun!

Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi.

Resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi ekonomi, yaitu suatu keadaan terjadi penurunan aktivitas ekonomi yang parah dan berkepanjangan.

Penurunan drastis tingkat ekonomi (biasanya akibat depresi parah, atau akibat hiperinflasi) disebut kebangkrutan ekonomi (economy collapse).

Kolumnis Sidney J. Harris membedakan istilah-istilah atas dengan cara ini: "sebuah resesi adalah ketika tetanggamu kehilangan pekerjaan; depresi adalah ketika kamu yang kehilangan pekerjaan."

Penyebab Resesi

  • Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang

Keseimbangan antara produksi dan konsumsi atau daya beli masyarakat merupakan dasar pertumbuhan ekonomi.

Namun, apabila produksi dan konsumsi tidak seimbang, akan terjadi masalah pada siklus ekonomi.

Jika produksi yang tinggi tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat yang tinggi pula, maka akan mengakibatkan penumpukan persediaan barang.

Sebaliknya, jika produksi rendah sedangkan daya beli masyarakat tinggi sehingga menyebabkan kebutuhan masyarakat tak terpenuhi, maka negara harus melakukan impor.

Dan kedua hal tersebut menyebabkan penurunan laba perusahaan dan lemahnya pasar modal.

  • Utang yang berlebihan

Ketika individu atau bisnis memiliki terlalu banyak utang, dan tak mampu membayar tagihan mereka, dapat menyebabkan kebangkrutan kemudian membalikkan perekonomian.

  • Penggelembungan aset

Penggelembungan aset terjadi ketika investasi didorong oleh emosi. Misalnya pada 1990-an saat pasar saham mendapat keuntungan besar.

Mantan Pemimpin FED, Alan Greenspan sering mengungkapkan istilah dengan nama "kegembiraan irasional."

Halaman Selanjutnya
img_title