Bukan Bjorka, Ini 5 Hacker yang Paling Berbahaya di Dunia

Ilustrasi hacker
Sumber :
  • Pixabay

3. Jonathan James

img_title John Herdman: Lolos Piala Dunia Bakal Mengubah Sepak Bola Indonesia

Jonathan James merupakan sosok yang mengakibatkan kerusakan serius dan meledakkan pikiran para ahli keamanan. Ketika itu, James masih berusia 15 tahun dan berhasil meretas sistem sekolah lokalnya. Namun, itu baru permulaan. Di usia yang sama, ia berhasil meretas Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan mendapatkan banyak informasi. 

Ia bahkan bisa mengetahui siapa saja yang dipekerjakan di sana. Pemuda yang berasal dari Florida itu benar-benar jenius dan dia juga memutuskan untuk meretas NASA. Dia mengunduh informasi yang berhubungan dengan cara kerja Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan data tersebut mempunyai nilai US$1,7 juta. 

img_title Usai Spanyol, Timnas Futsal Indonesia Kembali Rasakan Level Dunia

4. Yu Pingan

John MacAfee menyebut bahwa peretasan oleh Yu Pingan tahun 2015 merupakan salah satu yang terbesar yang pernah dilakukannya. Peretasan ini dikenal dengan peretasan OPM (Officw of Personnel Management), orang di belakangnya sukses memperoleh informasi mengenai setiap orang atau konsultan yang bekerja untuk pemerintah AS selama 50 tahun belakangan. 

img_title Hindari Timnas Indonesia, Media Vietnam Susun Skenario Grup Mudah

Ia bahkan berhasil mempunyai seluruh informasi mengenai staf rahasia, seperti CIA, FBI yang menyamar, dan semua jenis operator khusus. Tahun 2017, seorang warga negara China bernama Yu Pingan ini ditangkap karena peretasan itu. Ia didakwa dengan Undang-Undang Penipuan dan Penyalahgunaan Komputer dan konspirasi untuk menipu AS. 

5. Garry McKinnon

Pemuda Skotlandia ini melangkah lebih jauh dan dia merupakan sosok dibalik peretasan komputer militer terbesar sepanjang masa. Ia menyebut dirinya Solo, dikatakan bahwa antara Februari 2001 dan Maret 2002, ia meretas hampir 100 komputer militer NASA dan AS. 

Disebutkan dia berhasil melumpuhkan militer untuk sementara waktu dan membuat komputer yang begitu penting dipakai untuk mengendalikan bagian-bagian angkatan bersenjata sama sekali tak bisa dioperasikan. Tindakan ini tentu saja membuat masalah besar. (dra)