Google Rilis Gemini 20 Bikin ChatGPT dan Claude Berkeringat Dingin

Gemini 2.0
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Google baru saja meluncurkan Gemini 2.0. Model AI terbaru ini hadir dengan kemampuan yang jauh lebih canggih dari pendahulunya. Perilisan ini menjadi kabar mengejutkan di industri kecerdasan buatan.

img_title 4 Rekomendasi Spot Instagramable yang Bikin Feed Milenial Auto Kece

Gemini 2.0 memiliki keunggulan utama dalam menghasilkan output multimodal. Tak hanya teks AI ini mampu menghasilkan gambar dan audio secara alami. Bahkan model ini bisa menggunakan Google Search dan Maps secara langsung.

CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai mengungkapkan bahwa Gemini 2.0 dibangun khusus untuk era agentic. Era dimana AI bisa memahami dunia dengan lebih baik dan berpikir beberapa langkah ke depan.

img_title Klaim Saldo DANA Gratis Rp400 Ribu Hari Ini Sabtu 12 April 2025, Cek di Sini Sekarang

Google juga merilis versi eksperimental bernama Gemini 2.0 Flash. Model ini menawarkan latensi rendah dengan performa yang ditingkatkan. Para pengembang sudah bisa mulai menggunakannya melalui Google AI Studio dan Vertex AI.

Diperkirakan Gemini 2.0 Flash akan menjadi model yang paling populer di kalangan pengembang. Model ini bahkan mampu mengalahkan performa Gemini 1.5 Pro dengan kecepatan dua kali lipat lebih cepat.

img_title Bukan Cuma Robot! AI Diam-diam Menggeser Profesi Ini, Apakah Pekerjaanmu Aman?

Salah satu fitur unggulan Gemini 2.0 adalah kemampuan menghasilkan gambar yang terintegrasi dengan teks. Model ini juga dilengkapi text-to-speech multibahasa yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

Google sedang menguji beberapa prototype menarik. Ada Project Astra yang mengeksplorasi kemampuan asisten AI universal. Project ini sudah diuji pada perangkat Android dan mendapat respons positif dari penguji terpercaya.

Project Mariner menjadi prototype lain yang tak kalah menarik. Prototype ini bisa mengambil tindakan di browser Chrome melalui ekstensi eksperimental. Saat diuji dengan benchmark WebVoyager Project Mariner mencapai skor 83.5%.

Jules hadir sebagai prototype yang ditujukan untuk para pengembang. Agen kode AI ini terintegrasi langsung dengan alur kerja GitHub. Jules mampu menangani masalah mengembangkan rencana dan mengeksekusinya di bawah arahan pengembang.

Google menekankan bahwa mereka tetap memprioritaskan keamanan dalam pengembangan teknologi ini. Karena itu mereka mengambil pendekatan bertahap dengan melibatkan penguji terpercaya.

Perusahaan juga berkolaborasi dengan pengembang game terkemuka seperti Supercell. Mereka menguji kemampuan agen AI dalam menginterpretasikan aturan dan tantangan di berbagai game. Mulai dari game strategi seperti "Clash of Clans" hingga simulator pertanian seperti "Hay Day".

Halaman Selanjutnya
img_title