7 Oleh-oleh Khas Palembang Selain Pempek
- VIVA.co.id/Aji YK Putra
5. Pecah Seribu
Selain kemplang, rupanya ada kerupuk lain yang menjadi kuliner khas Palembang yakni pecah seribu. Sama-sama terbuat dari ikan namun yang membedakannya dengan kemplang adalah cara menggorengnya.
Bagian tengah kerupuk ditekan dan digoreng dalam minyak panas sehingga bentuk dari pecah seribu menyerupai mangkok dengan tekstur cenderung pecah-pecah di permukaan luar. Kendati demikian, keadaan inilah yang membuat kerupuk ini diberi nama pecah seribu.
Kerupuk pecah seribu dengan mudah ditemui di sudut kota Palembang mulai dari pasar tradisional, penjual oleh-oleh, sampai penjual pempek.
6. Kue Delapan Jam
Sesuai namanya, proses pembuatan kue ini membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Pengolahan dan pembuatan kue yang memakan waktu ini justru membuat kue menjadi semakin enak dan empuk. Dulu kue ini hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan kesultanan Palembang.
Kue delapan jam terbuat dari telur bebek, mentega, dan gula. Proses masaknya yaitu dengan dikukus. Pada umumnya kue delapan jam disajikan pada acara hari raya antara lain Imlek dan Idul Fitri.
7. Gulo Puan
Konon gulo puan dulu juga cuma bisa disantap oleh kalangan bangsawan saja. Kudapan manis ini termasuk cemilan yang terbuat dari susu kerbau dan gula merah. Dalam bahasa daerah Sumatra Selatan, gulo puan berarti gula susu.
Tekstur gulo puan yaitu lembut namun berpasir dengan warna kecoklatan. Soal rasa, gulo puan menghadirkan rasa manis dan gurih antara karamel dan keju. Kudapan ini sering dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi. Bisa juga dimakan bersama roti tawar. (dra)