Tanda HP Kamu Disadap Pinjol, Bikin Merinding

Ilustrasi Persadapan HP oleh Pinjol
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Kasus penyadapan ponsel oleh pinjaman online (pinjol) semakin meresahkan masyarakat. Fenomena ini perlu diwaspadai mengingat dampak serius yang dapat ditimbulkan.

img_title Persib Gandeng CBN Fiber untuk Tiga Musim, Internet Capai 5 Gbps

Aktivitas penyadapan biasanya dimulai ketika seseorang terlambat atau gagal membayar pinjaman online. Hal ini berlaku baik untuk pinjol legal maupun ilegal.

Para pelaku penyadapan dapat mengakses berbagai data sensitif korban. Mulai dari galeri foto, riwayat panggilan, hingga pesan WhatsApp.

img_title XL Ultra 5G+ Meluncur di Bandung, Kecepatan Tembus 500 Mbps!

Terdapat beberapa indikator yang perlu diwaspadai terkait kemungkinan ponsel disadap. Indikator pertama adalah performa ponsel yang menurun drastis.

Indikator kedua adalah konsumsi data internet yang tidak wajar. Jika biasanya hanya menghabiskan 1-2 GB per hari, tiba-tiba melonjak menjadi 3-4 GB.

img_title 4 Rekomendasi Spot Instagramable yang Bikin Feed Milenial Auto Kece

Pengguna perlu memeriksa aplikasi-aplikasi mencurigakan di ponselnya. Terutama yang tidak pernah diinstal sebelumnya.

Pesan SMS yang hilang tiba-tiba juga patut dicurigai. Terutama SMS yang berisi kode OTP dari layanan perbankan atau finansial.

Bahaya terbesar adalah penyalahgunaan data sensitif korban. Terutama yang berkaitan dengan layanan perbankan dan finansial.

Pelaku dapat mengakses informasi kartu kredit korban. Mereka bisa melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik kartu.

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah munculnya kontak debt collector (DC) pinjol. Terutama yang menghubungi nomor-nomor dalam kontak ponsel korban.

Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku telah mengakses data kontak korban. Mereka menggunakannya untuk melakukan teror kepada kerabat korban.

Solusi yang direkomendasikan adalah melakukan factory reset pada ponsel. Langkah ini akan menghapus semua aplikasi berbahaya.

Tindakan ini memang merepotkan karena harus menginstal ulang semua aplikasi. Namun lebih baik daripada menghadapi risiko yang lebih besar.

Pengguna perlu selalu waspada terhadap aktivitas mencurigakan di ponselnya. Terutama setelah berurusan dengan pinjol.

Keamanan data pribadi harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai terlambat menyadari adanya penyadapan.*