Hati-Hati Hacker Bisa Sadap Kamera HP Lewat Link WhatsApp, Begini Modusnya
- Viva.co.id
VIVABandung – Kejahatan siber kini semakin canggih dengan memanfaatkan celah keamanan di perangkat mobile.
Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penyalahgunaan tautan atau URL berbahaya.
Para pelaku kejahatan siber dapat dengan mudah mendapatkan data sensitif korban hanya melalui sebuah tautan. Praktik ini sering disebut sebagai phishing atau social engineering.
Kanal YouTube CyberInfo ID memberikan edukasi bahwa hacker dapat mengakses berbagai informasi pribadi pengguna smartphone melalui tautan berbahaya.
"Hanya dengan menggunakan URL saja hacker udah bisa mendapatkan data sensitif atau data pribadi dari kita," ungkap dalam Kanal YouTube CyberInfo ID.
Ilustrasi Penyadapan
Salah satu tools yang digunakan hacker adalah Facecam. Aplikasi ini mampu menghasilkan tautan berbahaya untuk mengambil data korban.
Melalui tautan yang dibuat dengan Facecam, hacker dapat mengakses IP address, informasi browser, dan sistem operasi yang digunakan korban.
Yang lebih mengkhawatirkan, tools tersebut bahkan mampu merekam suara melalui mikrofon dan mengambil alih kamera smartphone korban.
Penyebaran tautan berbahaya ini umumnya dilakukan melalui platform messaging populer seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan email.
Ketika korban mengklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke website acak yang tampak normal. Namun di balik layar, data pribadi mereka telah berhasil dicuri.
"Website ini hanya website random dan tidak terjadi apa-apa di handphone-nya, tapi kalau misalnya kita lihat di aplikasinya tadi, kita udah dapat informasi seperti IP address, sistem operasi yang digunakan," jelas dalam Kanal YouTube CyberInfo ID.
Yang paling berbahaya adalah kemampuan hacker untuk mengambil alih kamera smartphone secara diam-diam. Ini memungkinkan mereka memata-matai aktivitas korban.
"Kamera kita sudah disadap dan itu akan mengambil foto secara real time dan akan dikirimkan ke si hacker," ungkap dalam Kanal YouTube CyberInfo ID.
Risiko kebocoran data semakin besar jika korban berada di lokasi yang memiliki informasi sensitif, karena hacker dapat mengambil gambar ruangan tersebut.
Para pengguna smartphone diingatkan untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan yang diterima, bahkan dari kontak yang dikenal.