Waspada! Charging Station di Tempat Umum Ternyata Sarang Hacker
- Viva.co.id
VIVABandung – Penggunaan charging station di tempat umum seperti bandara dan pusat perbelanjaan kini perlu diwaspadai.
Kanal YouTube CyberInfo ID mengungkap adanya modus penyadapan data pribadi melalui port USB charging station.
Fenomena ini dikenal dengan istilah "juice jacking", yang pertama kali ditemukan pada tahun 2011.
Metode ini memanfaatkan port USB charging station untuk mencuri data pribadi pengguna.
"Pada charging station itu ditanamkan virus ataupun ransomware yang mampu melakukan enkripsi dan juga pencurian data," ungkap Kanal YouTube CyberInfo ID.
Modus operandi juice jacking terbilang sangat rapi dan terstruktur. Para hacker memanfaatkan kelengahan pengguna yang mencari charging station di tempat umum.
Proses penyadapan data ini melibatkan empat tahap utama. Tahap pertama dimulai dengan white PowerPoint, di mana kode jahat sudah diaktifkan dan menunggu korban.
Ketika pengguna mencolokkan perangkatnya, tahap kedua yaitu drop ransomware segera dijalankan. Virus akan ditransfer ke perangkat korban melalui kabel USB.
Tahap ketiga melibatkan pembuatan folder khusus untuk menyimpan data curian. Folder ini akan menjadi wadah sementara sebelum data dikirim ke server peretas.
"Pada tahap yang keempat itu data kita sudah ditransfer. Ketika sudah selesai ditransfer, maka data semuanya itu akan dienkripsi," jelas Kanal YouTube CyberInfo ID.
Kanal YouTube CyberInfo ID mengungkapkan bahwa kasus juice jacking pertama kali dipresentasikan pada konferensi Black Hat tahun 2013. Sejak saat itu, modus ini terus berkembang.
Proses transfer data dalam juice jacking melibatkan OSI layer, terutama layer physical dan layer application. Kedua layer ini menjadi pintu masuk utama bagi peretas.
Risiko juice jacking semakin meningkat karena banyak pengguna tidak menyadari bahayanya. Mayoritas masih menganggap charging station umum aman digunakan.
Namun, Kanal YouTube CyberInfo ID menegaskan bahwa tidak semua port USB berbahaya.
Untuk menghindari juice jacking, pengguna dianjurkan mematikan fitur auto enable transfer file di ponsel. Fitur ini secara default memang dinonaktifkan.
Langkah pencegahan lain adalah segera mencabut perangkat jika muncul notifikasi transfer data. Ini menandakan adanya perangkat mencurigakan di balik port USB.