Awas! Penyadapan Digital Lewat Link Phishing, Begini Cara Mengenalinya

Pishing
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVABandung – Penggunaan link telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari kita. Dari berbagi video lucu di TikTok hingga mengirimkan undangan pernikahan, banyak aktivitas yang menjadi lebih mudah hanya dengan membagikan link.

img_title Link Live Streaming Inter Milan vs Fiorentina, Sedang Berlangsung!

Namun, di balik kemudahan tersebut, terselip bahaya yang mengintai pengguna internet. Link juga kerap dimanfaatkan untuk tindakan jahat seperti phishing, upaya penipuan untuk mencuri data pribadi dengan menyamar sebagai entitas terpercaya.

Membedakan link normal dan link phishing menjadi keterampilan penting di era digital ini. 

img_title Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib, Kick-off 19.00 WIB!

Sebagaimana dalam Kanal YouTube Tech Coffee, "Link normal setelah diklik akan mengarahkan kita ke tujuan yang tidak jahat, yang aman-aman saja. Misalnya link ke YouTube, Facebook, undangan nikah, lowongan pekerjaan, dan lain-lain."

Berbeda dengan link normal, link phishing memiliki tujuan yang berbahaya.

img_title Link Live Streaming Persib vs Madura United, Kick-Off Pukul 19.00 WIB!

"Kalau link phishing setelah diklik akan mengarahkan kita ke tujuan yang jahat, yang berbahaya. Misalnya ke website palsu yang bisa mencuri data pribadi atau data akun," jelas Kanal YouTube Tech Coffee.

Link phishing juga dapat menyebabkan pengguna mengunduh aplikasi atau virus berbahaya yang dapat mencuri data dari perangkat mereka. Perbedaan utamanya terletak pada tujuan link tersebut.

Untuk menghindari menjadi korban link phishing, ada dua aspek utama yang perlu diperhatikan. 

Pertama, sumber link tersebut dari siapa kita menerima link itu. Kedua, destinasi link, ke mana link itu akan mengarahkan kita.

Ketika menemukan sebuah link, pengguna perlu waspada terhadap pengirim dan pesan yang menyertainya. 

"Seseorang yang membagikan link phishing biasanya punya beberapa ciri-ciri," ungkap Kanal YouTube Tech Coffee.

Ciri pertama, mereka biasanya menggunakan akun, nomor, atau email yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Misalnya, mengaku sebagai selebriti atau institusi resmi namun tidak menggunakan akun atau saluran komunikasi resmi.

Ciri kedua, mereka sering menggunakan kata-kata yang terlalu manis atau menggiurkan. 

"Misalnya, 'Selamat, anda mendapatkan hadiah 75 juta'. Mana ada tiba-tiba dapat hadiah begitu kan?" ungkap Kanal YouTube Tech Coffee.

Ciri ketiga, pengirim link phishing kerap menggunakan kalimat yang menimbulkan kepanikan. 

Halaman Selanjutnya
img_title