HP Android Anda Bisa Deteksi SMS Penipuan! Cek Fitur Google Messages Ini
- id.pinterest.com
VIVABandung – Percakapan melalui SMS kini tak lagi aman sepenuhnya.
Banyak pengguna Android yang tanpa sadar terjebak dalam komunikasi dengan penipu, membuat data pribadi mereka rentan dicuri.
Google pun hadir dengan solusi cerdas untuk mengatasi ancaman ini.
Waspadai Scam Melalui Panggilan Telefon
- pixabay.com
Menggunakan teknologi kecerdasan buatan, Google menghadirkan fitur baru bernama Scam Detection.
Fitur ini dirancang untuk mendeteksi pola mencurigakan dalam percakapan SMS, MMS, dan RCS secara real-time.
Ketika sistem menemukan indikasi percakapan yang mencurigakan, pengguna akan langsung menerima notifikasi peringatan di layar ponsel mereka.
Notifikasi tersebut memberikan pilihan kepada pengguna untuk mengabaikan pesan, melaporkan, atau langsung memblokir pengirimnya.
Dengan begitu, potensi penipuan bisa dicegah sebelum terjadi.
Fitur ini secara otomatis diaktifkan pada perangkat Android tertentu, memastikan pengguna tetap aman tanpa harus repot mengatur konfigurasi tambahan.
Menariknya, semua pemrosesan AI untuk mendeteksi pesan penipuan ini dilakukan langsung di perangkat.
Artinya, privasi pengguna tetap terjaga tanpa perlu khawatir data pesan mereka dikirim ke server eksternal.
Google menegaskan bahwa fitur ini hanya bekerja pada percakapan dengan nomor yang tidak tersimpan dalam kontak.
Sehingga komunikasi dengan teman atau keluarga tetap berjalan seperti biasa.
Sebelumnya, sistem perlindungan spam tradisional hanya bekerja sebelum percakapan dimulai.
Namun, teknik penipuan terus berkembang, terutama dengan metode rekayasa sosial yang lebih sulit dideteksi.
Oleh karena itu, Google mengembangkan AI baru yang lebih cerdas dalam mengenali skema penipuan secara langsung saat percakapan berlangsung.
Fitur ini pertama kali tersedia bagi pengguna Google Pixel dan perangkat Android lainnya yang mendukung Google Messages dalam bahasa Inggris.
Awalnya, Scam Detection dirilis di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, dengan rencana ekspansi ke lebih banyak negara dalam waktu dekat.
Keamanan pengguna menjadi prioritas utama Google dalam pengembangan fitur ini.
Selain mendeteksi pola komunikasi yang mencurigakan, sistem ini juga dirancang agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna dalam berkomunikasi.
Jika tidak ingin menggunakan fitur ini, pengguna dapat menonaktifkannya melalui pengaturan Perlindungan Spam di Google Messages.