Iklan Pop-up Berlebihan? Mungkin Itu Malware yang Siap Menyerang
- id.pinterest.com
VIVABandung – Saat berselancar di internet, banyak pengguna tidak menyadari bahaya yang mengintai dari iklan digital.
Beberapa iklan yang tampak sah ternyata berisi malware yang dapat merusak perangkat atau mencuri informasi pribadi.
Teknik ini disebut malvertising, di mana penjahat siber menyisipkan kode berbahaya ke dalam iklan yang dipasang di situs web terpercaya.
Hacker
- id.pinterest.com
Tanpa disadari, pengguna bisa terkena infeksi hanya dengan mengklik atau bahkan sekadar melihat iklan tersebut.
Mengenali ciri-ciri iklan berisi malware sangat penting untuk menghindari ancaman ini.
Berikut adalah beberapa tanda yang harus diwaspadai:
1. Tata bahasa dan ejaan yang buruk
Iklan yang terlihat tidak profesional, memiliki kesalahan ejaan atau tata bahasa yang janggal.
Sering kali merupakan indikasi bahwa iklan tersebut berasal dari sumber yang mencurigakan.
2. Penawaran yang terlalu menggiurkan
Jika Anda melihat iklan yang menawarkan hadiah besar atau diskon luar biasa tanpa alasan yang jelas, patut dicurigai.
Biasanya, iklan semacam ini dibuat untuk menarik perhatian pengguna agar segera mengklik tanpa berpikir panjang.
3. Iklan pop-up yang berlebihan
Situs yang menampilkan banyak iklan pop-up yang terus muncul secara tiba-tiba.
Terutama yang tidak berhubungan dengan konten yang sedang diakses, berpotensi mengandung malware.
4. Pengalihan ke situs yang mencurigakan
Setelah mengeklik iklan, Anda tiba-tiba diarahkan ke halaman web yang asing atau tampak tidak profesional?
Ini bisa menjadi indikasi malvertising yang mencoba menginfeksi perangkat Anda.
5. Perubahan pada pengaturan browser
Jika halaman awal atau mesin pencari di browser Anda berubah tanpa izin, atau muncul toolbar baru yang mencurigakan.
Bisa jadi perangkat Anda sudah terinfeksi malware dari iklan berbahaya.
Menghindari dan mengatasi malvertising adalah langkah penting untuk menjaga keamanan digital.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Perbarui perangkat lunak secara berkala
Pastikan sistem operasi, browser, dan semua aplikasi selalu dalam versi terbaru agar celah keamanan yang bisa dimanfaatkan malware tertutup.
2. Gunakan perangkat lunak keamanan
Instal antivirus dan antispyware yang terpercaya untuk mendeteksi serta menghapus ancaman yang masuk melalui iklan berbahaya.