Tak Bisa Digantikan AI! 10 Profesi yang Masih Bergantung pada Manusia
- canva
VIVABandung – Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) semakin pesat.
Banyak pekerjaan yang dulu hanya bisa dilakukan manusia kini mulai digantikan oleh robot dan AI.
Perusahaan-perusahaan pun mulai memanfaatkan teknologi canggih ini untuk efisiensi produksi.
Meski begitu, tidak semua pekerjaan bisa diambil alih oleh mesin. Ada beberapa bidang yang masih membutuhkan sentuhan manusia.
Baik karena kompleksitasnya maupun karena faktor emosional yang tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.
Pekerjaan yang tidak bisa diganti AI
- canva
Di tengah kecemasan akan hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, ada profesi yang justru semakin dibutuhkan di masa depan.
Pekerjaan-pekerjaan ini menuntut keahlian khusus yang tidak bisa direplikasi oleh mesin.
Dikutip dari kanal Youtube Dr. Bagus Satrio Utomo, Ia menjelaskan beberapa pekerjaan yang tetap akan eksis meskipun teknologi semakin maju:
1. Teknisi Robotik
Robot tetap membutuhkan manusia untuk dirancang, diperbaiki, dan dikembangkan. Teknologi terus berkembang, sehingga ahli robotik selalu dibutuhkan.
"Mesin secanggih apa pun tetap perlu manusia untuk memastikan mereka berfungsi dengan baik," kata Dr. Bagus.
2. Riset AI dan Big Data
AI memerlukan manusia untuk terus melakukan riset dan pengembangan. Pengolahan big data membutuhkan pemahaman manusia agar hasilnya relevan.
3. Eksplorasi Material Mentah
Proses pencarian bahan baku masih bergantung pada manusia. Beberapa lingkungan ekstraksi terlalu kompleks untuk ditangani robot.
"Robot bisa membantu, tapi keputusan tetap ada di tangan manusia," katanya
4. Pelayanan Pribadi
Orang kaya lebih menyukai pelayanan manusia daripada robot. Empati dan keterampilan interpersonal tidak bisa digantikan oleh AI.
"Robot bisa cepat, tapi manusia tahu bagaimana membuat orang merasa dihargai," katanya.
5. Prostetik dan Teknologi Medis
Pembuatan dan pemasangan prostetik membutuhkan ketelitian manusia. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi pengguna.
Dr Bagus Satrio Utomo menjelaskan "Teknologi mendukung, tapi manusia yang menentukan kesuksesannya,".
6. Olahraga dan e-Sports
Manusia tetap dibutuhkan dalam industri olahraga, baik sebagai pemain maupun pelatih. AI bisa menganalisis data, tapi strategi tetap memerlukan kecerdikan manusia.
"Esensi olahraga adalah manusia melawan manusia, bukan melawan mesin," kata Dr. Satrio.