Tak Bisa Digantikan AI! 10 Profesi yang Masih Bergantung pada Manusia

Pekerjaan yang tidak bisa diganti AI
Sumber :
  • canva

VIVABandung – Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) semakin pesat. 

img_title 4 Rekomendasi Spot Instagramable yang Bikin Feed Milenial Auto Kece

Banyak pekerjaan yang dulu hanya bisa dilakukan manusia kini mulai digantikan oleh robot dan AI. 

Perusahaan-perusahaan pun mulai memanfaatkan teknologi canggih ini untuk efisiensi produksi. 

img_title Waktu Berkualitas Bersama Anak, Solusi Mudah di Tengah Kesibukan Orang Tua Modern

Meski begitu, tidak semua pekerjaan bisa diambil alih oleh mesin. Ada beberapa bidang yang masih membutuhkan sentuhan manusia.

Baik karena kompleksitasnya maupun karena faktor emosional yang tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.

img_title Fenomena Quiet Quitting, Kerja Santai atau Diam-Diam Merusak Karier?

Pekerjaan yang tidak bisa diganti AI

Photo :
  • canva

Di tengah kecemasan akan hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, ada profesi yang justru semakin dibutuhkan di masa depan. 

Pekerjaan-pekerjaan ini menuntut keahlian khusus yang tidak bisa direplikasi oleh mesin. 

Dikutip dari kanal Youtube Dr. Bagus Satrio Utomo, Ia menjelaskan beberapa pekerjaan yang tetap akan eksis meskipun teknologi semakin maju:

1. Teknisi Robotik

  Robot tetap membutuhkan manusia untuk dirancang, diperbaiki, dan dikembangkan. Teknologi terus berkembang, sehingga ahli robotik selalu dibutuhkan.

"Mesin secanggih apa pun tetap perlu manusia untuk memastikan mereka berfungsi dengan baik," kata Dr. Bagus.

2. Riset AI dan Big Data

  AI memerlukan manusia untuk terus melakukan riset dan pengembangan. Pengolahan big data membutuhkan pemahaman manusia agar hasilnya relevan.

3. Eksplorasi Material Mentah

  Proses pencarian bahan baku masih bergantung pada manusia. Beberapa lingkungan ekstraksi terlalu kompleks untuk ditangani robot.

 "Robot bisa membantu, tapi keputusan tetap ada di tangan manusia," katanya

4. Pelayanan Pribadi

 Orang kaya lebih menyukai pelayanan manusia daripada robot. Empati dan keterampilan interpersonal tidak bisa digantikan oleh AI.

"Robot bisa cepat, tapi manusia tahu bagaimana membuat orang merasa dihargai," katanya.

5. Prostetik dan Teknologi Medis

  Pembuatan dan pemasangan prostetik membutuhkan ketelitian manusia. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal bagi pengguna.

  Dr Bagus Satrio Utomo menjelaskan "Teknologi mendukung, tapi manusia yang menentukan kesuksesannya,".

6. Olahraga dan e-Sports

Manusia tetap dibutuhkan dalam industri olahraga, baik sebagai pemain maupun pelatih. AI bisa menganalisis data, tapi strategi tetap memerlukan kecerdikan manusia.

 "Esensi olahraga adalah manusia melawan manusia, bukan melawan mesin," kata Dr. Satrio.

Halaman Selanjutnya
img_title