Tanah vs Emas: Mana yang Bikin Cuan Lebih Banyak?
- canva
VIVABandung – Investasi merupakan langkah penting dalam mengelola keuangan, dan dua instrumen yang kerap dibandingkan adalah tanah dan emas.
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada tujuan dan strategi investasi yang diterapkan.
Saat ini, harga tanah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan infrastruktur.
Di beberapa lokasi strategis, kenaikan harga tanah bisa mencapai lebih dari 50% dalam kurun waktu lima tahun.
Investasi emas atau tanah
- canva
Sementara itu, emas dikenal sebagai aset yang likuid dengan kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Dalam lima tahun terakhir, harga emas mengalami kenaikan hingga 58%, menjadikannya pilihan menarik bagi investor yang menginginkan aset mudah dicairkan.
Dalam kanal Youtube Halo Emas, Wili sebagai Narator menjelaskan perbedaan pendapat antara investor tanah dan investor emas.
Wili berpendapat bahwa tanah kurang likuid dan sulit dijual cepat, sedangkan emas lebih fleksibel dalam pencairan dana.
Di sisi lain, investor tanah menilai bahwa keuntungan dari tanah tidak hanya berasal dari kenaikan harga, tetapi juga dari pendapatan sewa.
"Kalau punya tanah, kita bisa menyewakannya untuk bisnis atau pertanian, jadi tidak hanya menunggu harga naik," ujar Wili
Dari segi modal, investasi tanah membutuhkan dana yang lebih besar dibandingkan emas.
Pembelian tanah tidak bisa dilakukan dalam jumlah kecil, sementara emas dapat dibeli secara bertahap, mulai dari beberapa gram hingga kilogram.
Fleksibilitas ini menjadikan emas lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan investor, termasuk mereka yang baru memulai investasi.
Selain itu, proses jual beli emas juga lebih sederhana dibandingkan tanah yang melibatkan banyak biaya tambahan seperti notaris, pajak, dan biaya sertifikasi.
Keuntungan dari investasi tanah berasal dari dua aspek utama, yaitu kenaikan harga dan pendapatan sewa.
Namun, tanah memiliki kelemahan dalam hal pencairan dana darurat.
Jika pemilik tanah membutuhkan uang dalam waktu cepat, mereka harus menjualnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar agar cepat laku.
Berbeda dengan emas yang bisa langsung dijual kapan saja tanpa mengalami penurunan nilai yang signifikan.