Perbedaan Gaya Gen Z dan Milenial Rayakan Lebaran Idul Fitri, dari Trend Busana dan Sungkem Beda Jauh!
VIVABandung – Lebaran adalah momen sakral yang dirayakan dengan cara berbeda oleh setiap generasi. Perubahan zaman dan teknologi telah menggeser tradisi perayaan hari raya ini, menciptakan perbedaan yang signifikan antara generasi.
Kanal YouTube PalComTech membahas perbedaan tentang bagaimana Gen Z dan Milenial merayakan Lebaran di Indonesia.
1. Pakaian
Berbeda dengan Milenial, Gen Z cenderung lebih mandiri dan fleksibel dalam mempersiapkan Lebaran. Mereka tidak terlalu kaku dalam pemilihan pakaian dan memprioritaskan kenyamanan.
Menggambarkan sikap santai Gen Z terhadap formalitas berbusana saat Lebaran.
2. Tradisi Sungkeman
Tradisi maaf-maafan mengalami perbedaan signifikan antara kedua generasi. Bagi Milenial, momen sungkem dan ciuman tangan orangtua menjadi ritual wajib yang dinanti.
Gen Z cenderung lebih gengsi atau canggung dalam tradisi maaf-maafan secara langsung. Perubahan komposisi keluarga juga mempengaruhi intensitas ritual ini.
3. Aktivitas Pasca-Salat Idulfitri
Aktivitas pasca-salat Idulfitri mengalami perubahan drastis antara dua generasi. Milenial mengenang tradisi jajan bersama di pasar setelah salat. Gen Z lebih memilih menghabiskan waktu dengan gawai mereka.
4. Interaksi Sosial
Ilustrasi Silaturahmi Lebaran
Interaksi sosial saat Lebaran mengalami pergeseran mendasar. Milenial lebih mengenang kebersamaan fisik seperti bermain bersama atau 'perang-perangan' dengan pistol mainan.
Dominasi gawai menjadi pembeda utama dalam interaksi sosial Gen Z saat Lebaran. Kehadiran fisik tidak lagi menjamin kebersamaan mental karena perhatian tertuju pada layar ponsel.
5. Kuliner Lebaran
Kuliner Lebaran seperti ketupat, rendang, dan opor tetap menjadi menu wajib bagi kedua generasi, namun cara memperolehnya berbeda. Milenial mengenang proses pembuatan dari nol, sementara Gen Z lebih memilih serba praktis.
6. Silaturahmi
Kunjungan ke rumah kerabat atau tetangga masih dijalankan oleh kedua generasi, tapi dengan motivasi berbeda.
Milenial kecil dulu mengharapkan amplop berisi uang, sementara Gen Z lebih mementingkan momen kebersamaan.*