Gigi Anak Patah? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini!

Ilustrasi Gigi Anak yang Patah
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Kecelakaan pada anak sering terjadi secara tiba-tiba. Aktivitas berlari dan melompat bisa berujung pada cedera gigi yang patah.

img_title Saluran Cerna Sehat Kunci Imunitas Kuat Buat Tumbuh Kembang Optimal Anak

Dokter gigi spesialis anak berbagi panduan penting untuk orangtua menghadapi situasi darurat ini.

Benturan pada bagian mulut menjadi penyebab utama cedera gigi pada anak-anak. Kejadian ini memerlukan penanganan tepat dan cepat dari orangtua.

img_title DHA dan EPA Penting Buat Perkembangan Otak Optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupan

"Saat anak terjatuh, kita bisa hentikan pendarahannya dulu dengan mengompres es. Lalu setelah itu mengecek kondisi giginya, apakah ada yang patah atau goyang," jelas drg. Stella Lesmana, Sp.K.G.A.

Pemeriksaan awal menjadi kunci menentukan langkah selanjutnya. Orangtua perlu mengidentifikasi apakah gigi yang terdampak adalah gigi susu atau gigi permanen.

img_title Stimulasi Tepat Buat Anak Usia 2 Tahun Bantu Maksimalkan Perkembangan Kemampuan

Penanganan gigi susu yang patah memiliki beberapa opsi tergantung tingkat keparahannya. Dokter dapat memperbaiki dengan penambalan jika patah sebagian.

"Kalau misalnya ini gigi susu yang patah, bisa ditambah lagi atau misalnya patahannya sedikit dan mengganggu saat mengunyah, misalnya karena tajam dan bisa melukai bibir atau busi, biasanya akan dihaluskan," terang drg. Stella Lesmana.

Gigi susu yang lepas seluruhnya membutuhkan pendekatan berbeda. drg. Stella Lesmana menjelaskan bahwa pada kondisi ini, gigi tidak dapat dipasang kembali.

"Kalau sudah lepas seluruhnya maka sudah tidak bisa diapa-apakan lagi. Yang bisa dilakukan menunggu sampai gigi permanennya nanti tumbuh," tambah drg. Stella Lesmana.

Alternatif gigi tiruan menjadi pilihan bagi beberapa orangtua. Solusi ini membantu anak tidak merasa canggung dengan kondisi gigi yang ompong.

Cedera pada gigi permanen memerlukan tindakan lebih serius. Orangtua harus bertindak cepat karena waktu sangat berharga dalam kasus ini.

"Kalau patah bisa ditambah lagi atau dihaluskan, namun kalau terlepas seluruhnya secara utuh, orang tua bisa langsung mencuci gigi tersebut di air mengalir tapi tidak boleh pegang akarnya, hanya boleh pegang mahkotanya," jelas drg. Stella Lesmana.

Penanganan gigi permanen yang lepas memiliki prosedur khusus. Gigi perlu disimpan dengan cara yang tepat sebelum dibawa ke dokter.

"Lalu masukkan ke dalam wadah berisi cairan salin atau susu. Dan segera dibawa ke dokter gigi anak untuk dipasang lagi seperti semula, tapi harus dibawa dalam waktu 24 jam supaya kondisinya masih baik," tegas drg. Stella Lesmana.*