Biang Keringat Bayi, Kapan Perlu ke Dokter dan Cara Mengatasinya di Rumah
VIVABandung – Biang keringat menjadi masalah kulit yang sangat umum dialami bayi, terutama di iklim tropis.
Kondisi ini muncul ketika kelenjar keringat tersumbat akibat panas berlebih atau pakaian yang terlalu tebal.
Meskipun terlihat sepele, biang keringat bisa membuat bayi tidak nyaman dan rewel.
Orang tua perlu tahu cara mengatasi biang keringat dan kapan harus mencari bantuan medis.
"Untuk miliaria itu kita melakukan perawatan kulit dalam arti jangan kulitnya kita bikin keringat berlebihan." saran dr. Githa Rahmayunita, Sp.D.V.E, Subsp.D.A. dalam channel Youtube Nikita Willy Official.
Biang keringat atau miliaria dalam istilah medis terbagi menjadi beberapa jenis.
Perawatan kulit bayi
Miliaria kristalina terlihat seperti titik-titik air di permukaan kulit, sedangkan miliaria rubra tampak sebagai bintik-bintik merah yang terasa gatal.
Faktor utama penyebab biang keringat adalah sumbatan pada kelenjar keringat.
Hal ini bisa terjadi karena lingkungan yang terlalu panas, pakaian yang terlalu tebal, atau kurangnya ventilasi.
Untuk mengatasi biang keringat, pastikan ruangan bayi memiliki sirkulasi udara yang baik.
Gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat untuk bayi.
Mandikan bayi dua kali sehari dengan sabun bayi yang lembut.
Segera lap keringat bayi dan ganti pakaian yang basah.
Hindari membungkus bayi terlalu tebal dengan banyak lapisan pakaian, bedong, atau selimut.
Untuk biang keringat ringan, perawatan di rumah biasanya sudah cukup.
Namun, jika biang keringat semakin parah, terasa sangat gatal, atau bayi menjadi sangat rewel, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.*