Wanita Wajib Tahu Keputihan Normal dan Tak Normal Bisa Jadi Tanda Kanker Serviks

Ilustrasi keputihan
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Keputihan merupakan kondisi yang hampir semua wanita alami dalam hidupnya. Namun, masih banyak yang bingung membedakan antara keputihan normal dan tidak normal.

img_title Manfaat Nanas Bagi Kesehatan, Kurangi Nyeri Sendi Hingga Peradangan

Menurut Bidan Ony Christy dalam podcast Kanal YouTube-nya, keputihan sebenarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan vagina. 

"Sebenarnya yang biasanya kita kenal sebagai keputihan itu adalah lendir vagina yang membawa serta sel kulit mati dan bakteri-bakteri sehingga bisa keluar dari tubuh kita," jelas Bidan Ony.

img_title Buah Naga Atasi Masalah Kesehatan? Dokter Ungkap Manfaat Tersembunyi yang Jarang Diketahui

Vagina memiliki sistem pembersihan otomatis yang bekerja secara alami. Keputihan menjadi indikator penting kesehatan reproduksi wanita karena perubahan karakteristiknya dapat menandakan adanya masalah.

Keputihan normal umumnya terjadi ketika tubuh mengalami perubahan hormonal. Ini dapat terjadi saat masa subur, menjelang menstruasi, terangsang secara seksual, menggunakan kontrasepsi hormonal, hamil, menyusui, atau menopause.

img_title Tomat Percantik Kulit? Cegah Penuaan Dini dan Wajah Tampak Lebih Bercahaya

"Keputihan ini bisa juga terjadi pada bayi baru lahir yang terpapar hormon ibunya. Kadang-kadang bayi perempuan baru lahir mengeluarkan keputihan dan itu normal karena pengaruh hormonal ibunya," tambah Bidan Ony.

Ciri keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih, cair seperti putih telur, dan terkadang sedikit lengket dan kental. Cairan ini tidak gatal, tidak berbau, dan tidak menyebabkan nyeri di area vagina.

Namun, tidak semua keputihan bersifat normal. Keputihan abnormal umumnya disebabkan oleh infeksi yang bisa berupa bakteri, jamur, atau parasit.

Infeksi ini bisa terjadi melalui penularan seksual seperti gonore dan trikomoniasis, atau tidak menular seperti vaginosis bakterialis dan kandidiasis.

"Keputihan yang tidak normal bisa juga menjadi ciri-ciri adanya kanker leher rahim atau kanker serviks," peringat Bidan Oni, menunjukkan pentingnya pemeriksaan medis jika mengalami gejala mencurigakan.

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko keputihan abnormal adalah penggunaan kontrasepsi hormonal, berganti-ganti pasangan tanpa proteksi, diabetes, daya tahan tubuh rendah, HIV, dan penggunaan produk pembersih vagina yang tidak sesuai.

"Penting sekali untuk membersihkan area kewanitaan dengan sabun khusus yang pH-nya seimbang. Kalau kita pakai sabun sembarangan bisa membunuh bakteri baik sehingga bakteri jahatnya berkembang biak dan menyebabkan infeksi," jelas Bidan Ony.

Halaman Selanjutnya
img_title