Alergi Anak Bisa Berbahaya, Ini yang Perlu Diketahui Orangtua
VIVABandung – Alergi pada anak bukan sekadar masalah biasa. Kondisi kesehatan ini berpotensi membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.
Orangtua harus waspada terhadap tanda-tanda alergi serius yang memerlukan penanganan medis segera.
Genetika memegang peranan penting dalam terjadinya alergi pada anak. Risiko alergi meningkat jika salah satu orangtua memiliki riwayat alergi. Risikonya menjadi lebih besar lagi jika kedua orangtua memiliki riwayat alergi.
"Penyebab utama pada alergi adalah riwayat genetik dari alergi yang ada di orang tua. Biasanya apabila salah satunya, Ayah atau Bundanya memiliki riwayat alergi, itu bisa diturunkan," jelas dr. Gammarida Magfirah.
Alergi makanan menjadi manifestasi paling umum pada anak. Berbagai jenis makanan dapat menjadi pemicu alergi, tetapi beberapa lebih sering menimbulkan reaksi.
"Umumnya yang terjadi pada anak paling sering adalah alergi makanan. Beberapa makanan yang paling sering menyebabkan alergi contohnya susu sapi. Alergi terhadap susu sapi ini paling sering terjadi," tambah dr. Gammarida.
Selain susu sapi, makanan lain seperti seafood, telur, gandum atau gluten, dan ikan juga bisa menyebabkan alergi.
Penting diingat bahwa alergi bersifat individual, sehingga tidak bisa disamaratakan antara satu anak dengan anak lainnya.
Gejala alergi dapat muncul dengan cepat atau tertunda.
"Gejala alergi pada anak bisa muncul segera setelah terpapar alergen atau zat yang menyebabkan alergi tersebut. Tapi ada juga hipersensitivitas tipe lambat yang muncul beberapa jam setelah terpapar dari alergen," kata dr. Gammarida.
Ilustrasi Alergi pada Anak
Alergi kulit ditandai dengan ruam dan gatal yang intens. Kondisi ini dikenal sebagai urtikaria atau biduran, di mana kulit anak menjadi merah dan muncul benjolan-benjolan kecil yang menyebar di seluruh tubuh.
Alergi juga dapat memengaruhi saluran pernapasan. Gejala umum termasuk hidung tersumbat atau berair (rinitis), bersin-bersin di pagi hari, mata gatal, mata merah, hingga batuk.
"Alergi dapat menyebabkan gangguan di pernapasan seperti batuk atau mengi yang muncul karena fase konstriksi dari saluran napas atau penyempitan dari saluran napas," ungkap dr. Gammarida.