Cuci Tangan Berlebihan Ternyata Rusak Kelembapan Alami Kulit, Dokter Kulit Jelaskan Ini

Mencuci tangan
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandungKebersihan tangan memang penting, tapi tahukah kamu bahwa mencuci tangan terlalu sering justru bisa merusak kulit?

Mengen Laser Piko, Teknologi Canggih Penghilang Tato dan Bercak Kulit

Sejak pandemi, kebiasaan cuci tangan dan penggunaan hand sanitizer meningkat drastis.

Namun ternyata kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah baru pada kulit.

Dermatitis Seboroik Jadi Penyebab Kulit Kering dan Mengelupas yang Sering Diabaikan

Dr. Grace Waworuntu, MKed(DV), Sp.D.V.E, FINSDV di channel Youtube Raditya Dika menjelaskan, "Sebenarnya kita enggak boleh terlalu berlebihan juga membersihkan karena kulit tetap harus ada pelembab yang natural moisturizing factor yang memang ada di kulit. Itu bisa hilang kalau kita terlalu rajin cuci tangan."

Natural moisturizing factor (NMF) adalah komponen alami pada kulit yang menjaga kelembapan.

Jerawat dan Faktor Genetik, Mengapa Ada Orang Lebih Rentan Berjerawat?

Ketika kita terlalu sering mencuci tangan, NMF ini terkikis.

Akibatnya kulit menjadi kering, pecah-pecah, bahkan bisa menyebabkan dermatitis atau peradangan kulit.

Mencuci tangan

Photo :
  • Pinterest

Apa solusinya? Tidak perlu berhenti mencuci tangan, tapi imbangi dengan pelembab.

Berikut tips menjaga kebersihan tangan tanpa merusak kulit:

• Cuci tangan seperlunya, tidak berlebihan

• Gunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung alkohol tinggi

• Aplikasikan pelembab atau emolien setelah mencuci tangan

• Pilih hand sanitizer dengan kandungan pelembab

• Jika kulit sudah terlanjur kering, konsultasikan ke dokter kulit

Keseimbangan antara kebersihan dan kelembapan kulit sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang.*