Dermatitis Seboroik Jadi Penyebab Kulit Kering dan Mengelupas yang Sering Diabaikan

Ilustrasi dermatitis seboroik
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandungKulit kering, merah, dan mengelupas terutama di belakang telinga atau wajah mungkin bukan hanya masalah kulit kering biasa.

img_title Mengen Laser Piko, Teknologi Canggih Penghilang Tato dan Bercak Kulit

Kondisi ini bisa jadi adalah dermatitis seboroik yang sering datang dan pergi.

Dermatitis seboroik adalah kondisi kulit kronis yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya hidup dan tingkat stres.

img_title Jerawat dan Faktor Genetik, Mengapa Ada Orang Lebih Rentan Berjerawat?

dr. Grace Waworuntu, MKed(DV), Sp.D.V.E, FINSDV menjelaskan dalam channel Youtube Raditya Dika, "Itu akan come and go karena bergantung dari kondisi kita saat itu. Contoh misalnya lagi kurang tidur, atau begadang, atau kadang insomnia, terus stres, atau lifestyle misalnya lagi terlalu capek."

Kurang tidur menjadi pemicu utama dermatitis seboroik. Begadang hingga larut malam secara terus-menerus bisa memperparah kondisi ini.

img_title Cuci Tangan Berlebihan Ternyata Rusak Kelembapan Alami Kulit, Dokter Kulit Jelaskan Ini

 

Dermatitis seboroik

Photo :
  • Pinterest

Stres dan kelelahan fisik juga berkontribusi pada munculnya gejala. Semakin tinggi tingkat stres, semakin parah kondisi kulit.

Meskipun dapat diobati dengan krim yang mengandung steroid, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Penggunaan steroid tidak boleh lebih dari 7-14 hari.

Untuk mengatasi dermatitis seboroik, perlu penanganan dua arah. Pertama, mengurangi pemicunya seperti memastikan tidur cukup dan mengelola stres.

Kedua, menggunakan perawatan yang diresepkan dokter secara teratur. Kombinasi pendekatan ini akan memberikan hasil terbaik.*