Alasan Mengapa Kasus Kanker Kulit Lebih Jarang di Asia Dibanding Australia
- Times of India
VIVABandung – Kanker kulit menjadi momok menakutkan di Australia, namun jarang terdengar di Indonesia dan negara Asia lainnya. Apa sebenarnya yang menyebabkan perbedaan ini?
Jawabannya terletak pada perbedaan tipe kulit dan kondisi lingkungan. Orang Asia memiliki keunggulan alami dalam melawan kanker kulit.
"Kulit orang Asia itu biasanya pigmennya cenderung lebih banyak. Jadi itu kelebihan kita sebetulnya. Pigmen kita kan enggak yang kayak orang bule yang pucat. Kalau kita putih tapi pigmen kita tetap lebih banyak," jelas dr. Grace Waworuntu, MKed(DV), Sp.D.V.E, FINSDV dalam channel Youtube Raditya Dika.
Tipe kulit orang Asia masuk dalam kategori Fitzpatrick skin type 3 sampai 5.
Tipe kulit ini memiliki pigmen lebih banyak yang memberi perlindungan alami terhadap sinar UV.
Manfaat Suncreen Bagi Kulit
- Viva Group
Australia memiliki kombinasi cuaca panas terik dengan kelembaban rendah. Kondisi kering ini membuat kulit lebih mudah dirusak oleh sinar UV.
Selain itu, orang Australia, yang kebanyakan berkulit putih pucat, lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari.
Kulit pucat memiliki pigmen melanin lebih sedikit untuk perlindungan.
Kebiasaan juga memengaruhi. Orang bule sering berjemur untuk mendapatkan kulit kecoklatan, sementara orang Asia cenderung menghindari paparan matahari langsung.
Meskipun begitu, dr. Grace mengingatkan bahwa semua orang tetap perlu menggunakan sunscreen.
Perlindungan terhadap sinar UV tetap penting untuk mencegah penuaan dini dan risiko kanker kulit.*