Air Putih Berlebih Pada Bayi Bisa Ganggu Asupan ASI dan Berisiko Stunting
VIVABandung – Memberikan air putih pada bayi sebenarnya harus dilakukan dengan hati-hati.
Banyak orang tua belum menyadari bahwa air putih berlebihan bisa berdampak negatif pada bayi.
Air putih berlebih dapat membuat bayi merasa kenyang.
Akibatnya, keinginan bayi untuk minum ASI atau makan MPASI bisa berkurang.
Padahal, ASI dan MPASI mengandung nutrisi penting yang tidak dimiliki air putih.
"Memberikan air putih berlebih dapat membuat bayi merasa kenyang sehingga keinginannya untuk minum ASI atau makan MPASInya menjadi berkurang," jelas dr. Ria Yoanita, Sp.A di channel YouTube Nikita Willy Official.
Ketika bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari ASI atau MPASI, pertumbuhannya bisa terganggu.
Bayi minum air putih
Bayi berisiko mengalami kenaikan berat badan yang lambat (berat badan seret).
Kondisi ini bisa berlanjut menjadi failure to thrive (gagal tumbuh).
Jika terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan dan berlangsung terus-menerus, bayi bisa mengalami stunting.
Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak berada di bawah minus 2 standar deviasi jika diplot pada kurva pertumbuhan WHO.
Anak yang mengalami stunting pada usia 2 tahun berisiko mengalami penurunan IQ hingga 10-15 poin dibandingkan anak yang tidak stunting.
Penurunan IQ ini akan berlanjut hingga anak dewasa dan sulit untuk diperbaiki.
Untuk mencegah hal ini, berikan air putih secukupnya saja pada bayi sesuai kebutuhan.
Prioritaskan pemberian ASI bagi bayi di bawah 6 bulan, dan kombinasikan dengan MPASI yang tepat untuk bayi di atas 6 bulan.
Pastikan juga untuk memantau pertumbuhan bayi secara berkala dengan mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.*