Langkah Cepat Atasi PMK, Pemerintah Beli yang Tertular Lalu Musnahkan

Ilustrasi hewan ternak
Ilustrasi hewan ternak
Sumber :
  • Pixabay / 12019

BANDUNG - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menilai, langkah cepat untuk atasi masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak adalah dengan cara memusnahkannya.

Dari pada menunggu vaksin yang baru saja diproses, lebih baik pemerintah membeli hewan ternak yang tertular PMK dari para peternak kemudian dimusnahkan.

Jika menunggu vaksin selesai, keburu hewan ternak banyak yang tertular, apalagi penyakit ini cukup cepat penularannya.

"Saat ini ternak sapi yang terkena PMK belum banyak. Yaitu di Aceh dan Jatim. Langkah cepat mengatasi masalah ini, pemerintah beli saja sapi itu dari peternak dan musnahkan," kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya pada Kamis, 12 Mei 2022.

Kemudian, Dedi pun meragukan tingkat kedisiplinan peternak untuk tidak menjual sapi yang tertular PMK ke luar daerah.

"Siapa bisa menjamin dan mengawasi sapi dari Jatim yang kena PMK tak dijual ke Jabar atau lainnya. Padahal penyakit PMK ini sangat cepat penyebarannya," jelasnya.

Selanjutnya, alasan Dedi menyarankan beli dan musnahkan yakni untuk menenangkan keresahan publik. Saat ini, masyarakat tengah bersiap-siap untuk menghadapi Idul Adha. Dengan munculnya kasus itu, ditakutkan masyarakat menjadi ragu dan cemas soal kesehatan hewan kurban. Takut daging yang dijual atau menjadi hewan kurban terkontaminasi penyakit tersebut.

"Usulan Pak Jokowi agar sapi di daerah kena di lockdown menjadi satu alternatif. Tapi.saya tak yakin, sapi-sapi itu tidak dijual ke daerah lain secara diam diam, jarena pengawasan kita lemah," jelas mantan Bupati Purwakarta dua periode itu.

Dedi yakin, ketika yang hewan sakit dimusnahkan setidaknya membuat keresahan publik mereda. Tinggal pencegahan impor ternak dari negara yang masih ada PMK harus ketat.

Sebagaimana diketahui PMK adalah penyakit yang menyerang hewan ternak. Dikategorikan sebagai penyakit ternak yang paling menular dan serius.

PMK menjangkit hewan dengan kuku terbelah seperti sapi, kerbau, unta, domba, hingga kambing.

Kementan menetapkan enam wilayah yang dilanda wabah PMK pada hewan ternak. Wilayah tersebut tersebar di Provinsi Aceh dan Jawa Timur.

Pada Provinsi Aceh, PMK sudah dideteksi di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara di Jawa Timur, PMK terdeteksi di Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.(aga)