Dilaporkan Sang Suami, Guru Cantik di Amerika Cabuli Murid Perempuan

ilustrasi Guru lesbian cabuli murid perempuan
ilustrasi Guru lesbian cabuli murid perempuan
Sumber :
  • istimewa

BANDUNG – Seorang guru perempuan di sebuah sekolah menengah di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), ditangkap polisi atas tuduhan melakukan pencabulan atau hubungan seks dengan murid perempuannya.

Skandal asusila sesama jenis ini terungkap berkat laporan dari suami guru tersebut kepada kepala sekolah.

Olivia Ortz (26), guru untuk paduan suara, ditahan pada hari Senin lalu dan dikenai dua tuduhan aktivitas seksual dengan seorang siswi 17 tahun di Wilmington Area High School.

Suaminya, yang menjadi pekerja lepas di departemen musik sekolah, menemukan pesan singkat yang membuatnya marah di iPad Ortz setelah pulang dari perjalanan baru-baru ini ke Florida.

Atas peristiwa tercela itu, sang suami lantas melapor ke kepala sekolah.

Dilansir dari New York Post, Kamis, 19 Mei 2022, Ortz menolak untuk segera menyerahkan diri ke polisi dan bahkan bernyanyi di konser lokal pada hari Minggu sebelum akhirnya ditangkap pada hari berikutnya.

Ironisnya, pendahulu Ortz sebagai direktur musik sekolah, Jonathan Priano (37) menghadapi tuduhan serupa atas pelanggaran seksual dengan murid.

Dia diduga memiliki ketertarikan untuk menggelitik kaki murid-murid dan membentuk hubungan dekat yang tidak tepat dengan mereka. Kasus pidananya sedang diproses.

Berdasarkan laporan dari suami Ortz, penyelidik menemukan lebih dari 100 pesan antara pemimpin paduan suara dan muridnya menggunakan platform Spotify.

Guru dan murid itu diduga memiliki kata sandi untuk berjaga-jaga jika hubungan gelap mereka ketahuan.

Dalam pemeriksaan polisi, murid perempuan itu mengaku pergi ke rumah gurunya ketika suaminya pergi dan bahwa mereka berhubungan seks beberapa kali.

Siswi remaja itu mengaku masih berkomunikasi dengan gurunya meskipun ada tuntutan pidana terhadap Ortz. Dia bahkan mengaku sedang jatuh cinta pada Ortz.

Ortz ditahan di penjara Lawrence County dengan jaminan USD150.000 dan sidang berikutnya ditetapkan pada 25 Mei. (irv)