Wanita yang Diperkosa WN China Ngadu ke Kapolda Metro Jaya

Ilustrasi
Ilustrasi
Sumber :
  • U-Reprot

BANDUNG – Tiga bulan pasca melapor namun tak ada perkembangan dari penyidik, Wanita asal Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara berinisial LK (30) yang menjadi korban dugaan pemerkosaan warga negara China inisial K, memberanikan diri untuk mengadu langsung ke Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.

LK menilai penanganan kasusnya oleh Polda Metro Jaya terkesan lamban. Oleh karena itu, dirinya meminta Irjen Fadil agar memberikan atensi khusus terhadap kasusnya itu karena ditakutkan terduga pelaku kabur.

"Harapan korban sangat berharap Kapolda bisa memberikan atensi yang lebih atau menanggapi jalannya kasus ini dengan cepat, transparan, dan juga kalau bisa nunggu apalagi (penetapan tersangka)," ujar pengacara korban, Prabowo Februyanto dikutip dari VIVA, Senin 27 Juni 2022.

Prabowo khawatir terduga pelaku melarikan diri. Hal itu bisa mempersulit proses penyidikan dan mencederai rasa keadilan terhadap korban. Dirinya mengaku surat telah diterima perwakilan Irjen Fadil. Dengan masuknya surat ini, diharap kasus yang menimpa kliennya bisa segera terang benderan.

"Karena kami takut nanti mereka ini apalagi WNA sudah lari, tahu-tahu sudah di China kan lebih susah lagi nanti," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan mengklaim pihaknya telah menaikan status dugaan kasus pemerkosaan yang menimpa LK ke tahap penyidikan. Menurutnya penyidik bakal kembali melayangkan panggilan pemeriksaan terhadap K. Hal ini guna menentukan tersangka dalam dugaan kasus tersebut.

"Dan hasil gelar perkaranya, bisa saya sampaikan bahwa diambil kesimpulan kasus ini akan dinaikkan statusnya ke proses sidik atau penyidikan. Naik sidik dulu. Kalau sudah sidik kan nanti pasti ada tersangkanya," kata Zulpan menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, wanita berusia 30 tahun berinisial LK menyambangi gedung Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin, 20 Juni 2022, sambil tertunduk lesu.

Dia memakai masker, topi, serta jaket hitam didampingi pengacaranya, Prabowo Februyanto. Usut punya usut, Warga Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, tersebut mendatangi Markas Polda Metro Jaya untuk mempertanyakan dugaan pemerkosaan yang menimpanya.

Laporan dibuat di Polda Metro Jaya pada April 2022, dengan nomor LP/B/1695/IV/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

"Diduga dipaksa melakukan persetubuhan dan juga mengalami kekerasan pada beberapa bagian tubuh," kata pengacara korban LK, Prabowo, di Mapolda Metro Jaya, Senin, 20 Juni 2022.