Megawati Tinggalkan Korea, Rela Lepas Kontrak Red Sparks Demi Keluarga?
- Tangkap Layar Akun Instagram @3z.sparks
VIVABandung – Megawati Hangestri, pemain bintang voli asal Indonesia, mengejutkan dunia olahraga dengan keputusan meninggalkan tim Korea Selatan. Bintang Red Sparks ini resmi mengumumkan tidak akan memperpanjang kontrak pada 9 April 2025.
Keputusan ini datang hanya sehari setelah timnya gagal meraih gelar juara Liga Voli Korea 2024-2025. Red Sparks kalah dramatis dari Pink Spiders dengan skor 2-3 di game kelima babak final.
Megawati memulai karier profesionalnya di Korea pada musim 2023-2024. Selama dua musim berseragam Red Sparks, dia tampil gemilang sebagai pemain top liga.
Prestasi Megawati musim ini sungguh mengesankan. Dia menempati peringkat ketiga dalam skor liga reguler dengan 802 poin. Statistiknya mendominasi berbagai aspek permainan.
Performa Megawati membuktikan kualitasnya dengan menempati peringkat pertama dalam tingkat keberhasilan serangan (48,6%), serangan terbuka (42,82%), perbedaan waktu (66,67%), dan serangan barisan belakang (49,88%).
Dia juga meraih peringkat kedua dalam pembukaan cepat dengan persentase 53,61%. Pencapaian yang luar biasa untuk pemain asing di liga sekelas Korea.
Meski gagal meraih gelar juara, Megawati memberikan perlawanan sengit melawan Pink Spiders. Dia berhadapan dengan Kimen Kong yang menyumbang 153 poin dalam lima pertandingan final.
Alasan utama kepergian Megawati ternyata faktor keluarga. Dia ingin lebih dekat dengan ibunya yang memiliki keterbatasan mobilitas. Keinginannya kini bermain di Liga Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya.
Red Sparks
Red Sparks sebenarnya telah menjadikan perpanjangan kontrak Megawati sebagai prioritas utama untuk musim depan. Namun keputusan Mega untuk pulang membuat manajemen kini fokus mencari pengganti.
Proses seleksi pemain baru akan dilakukan pada Filik Asia Quarter yang dijadwalkan pada tanggal 11 April 2025.
Usai pertandingan final, Megawati tak kuasa menahan air mata.
"Alhamdulillah senang bisa diberi keselamatan sampai akhir. Menang kalah sudah ada yang atur, Tuhan sudah atur itu semua," ungkap Mega.
Megawati menegaskan tangisannya bukan karena kekalahan, melainkan kebanggaan pada tubuhnya yang telah bertahan dari kelelahan.
"Sekalipun kita kalah, kita kalah dengan terhormat. Kita benar-benar kalah 2-3, kita kalah di set kelima dengan poin 15-13, poin yang bagus juga. Kita bisa main sampai akhir, bertahan sampai akhir." jelas Mega.