Cara Mendeteksi Ponsel Disadap: Panduan Lengkap Keamanan Digital
VIVABandung – Keamanan digital telah menjadi kebutuhan mendasar di era modern ini. Seiring berkembangnya teknologi, ancaman penyadapan perangkat seluler juga semakin canggih dan meresahkan.
Banyak orang tidak menyadari bahwa ponsel mereka mungkin jadi sasaran penyadapan, padahal data pribadi mereka berisiko dicuri.
Menurut data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sepanjang tahun 2023 terjadi lebih dari 1.500 kasus penyadapan ponsel di Indonesia.
Angka ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat tentang keamanan perangkat digital mereka.
"Pelaku kejahatan siber semakin canggih dalam memanfaatkan celah keamanan perangkat seluler," ungkap Dr. Ahmad Faizal, pakar keamanan siber dari Institut Teknologi Bandung.
Ponsel yang disadap seringkali menunjukkan gejala-gejala yang bisa dikenali.
Baterai yang cepat habis dan panas berlebihan bisa menjadi indikasi adanya aplikasi yang berjalan di latar belakang tanpa sepengetahuan pemilik.
Suara dengung atau noise saat menelepon juga patut diwaspadai. Penggunaan data yang tidak wajar dan munculnya aplikasi asing di ponsel merupakan tanda lain yang perlu diperhatikan.
Untuk mengamankan ponsel, pengguna perlu melakukan beberapa langkah penting.
Pertama, selalu perbarui sistem operasi dan aplikasi ke versi terbaru.
Kedua, aktifkan fitur keamanan bawaan seperti enkripsi dan autentikasi dua faktor.
Ketiga, hindari menginstal aplikasi dari sumber tidak terpercaya.
Keempat, lakukan pemindaian malware secara rutin menggunakan aplikasi antivirus terpercaya.
Kelima, jangan memberikan akses fisik ponsel kepada orang yang tidak dipercaya.
Keenam, perhatikan permission atau izin yang diminta aplikasi saat diinstal.
Ketujuh, gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun.*