Sejarah, Mitos dan Fakta Wisata Tangkuban Perahu

Wisata Gunung Tangkuban Perahu
Sumber :
  • Instagram/Twa_tangkubanparahu

Bandung – Musimnya liburan, kalian ingin berlibur ke wilayah Lembang Bandung jawab Barat? Jangan lupa untuk mampir ke destinasi wisata Tangkuban Perahu. Selain menjadi objek wisata paling terkenal dan banyak dikunjungi pelancong, kalian perlu hati-hati juga saat datang dan mampir ke sini.

Update Informasi Ancaman Gelombang Air Laut Wilayah Jawa Barat Hari Ini, Rabu 24 Juli 2024

Selain dikenal dengan suasana indah segar dan sejuk, di dataran terbesar yang ada di Tanah Parahyangan ini kalian wajib tahu beberapa mitos yang sudah ada sejak lama. Penasaran? Simak penjelasan berikut.

Mitos, Fakta, Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Prakiraan Cuaca Wilayah Jawa Barat Hari Ini Selasa 23 Juli 2024

Menjadi destinasi yang paling ciamik dan sejuk untuk dikunjungi pada saat liburan akhir tahun, kalian juga bisa melihat berbagai serpihan letusan kawah panas pada 40 ribu tahun lalu untuk terakhir kalinya pada 2019. Selain dikelilingi dengan perbukitan kebun teh, objek wisata ini memiliki 3 kawah aktif yang masih menyemburkan lahar panas.

Rasanya sudah tak asing lagi dengan nama kawah Ratu, kawah Upas dan kawah Domas. Di kawah ini, untuk kalian yang ingin coba-coba memasak telur, dijamin matang dengan cepat, tapi jangan salah kalian juga bisa luluran langsung dan bisa mandi merasakan khasiat dari kawah hangat saat menyentuh kulit tubuh kalian. Untuk berkunjung ke kawasan Tangkuban Perahu sebaiknya gunakan masker karena bau belerang yang menyengat masih sangat jelas tercium lho oleh pengunjung.

Update Informasi Ancaman Gelombang Air Laut Wilayah Jawa Barat Hari Ini, Selasa 23 Juli 2024

Hati-hati saat berucap, konon katanya menurut masyarakat sekitar masih sering terjadi penampakan ratu-ratu berselendang yang masih menampakkan wujudnya. Gunung Tangkuban Perahu juga dikait-kaitan dengan dongeng cerita rakyat kisah seorang putri raja Sayang Sumbi, seorang puteri raja yang hamil di luar nikah sehingga dirinya diasingkan ke dalam hutan. Kemudian ia melahirkan anaknya yang berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Sangkuriang. Setelah Sangkuriang beranjak dewasa ia pergi merantau hingga mendapatkan ilmu sakti dan sang ibu Dayang Sumbi memiliki kelebihan tidak akan tua dan selalu awet muda.

Sangkuriang pun bersikeras untuk menikahi Dayang Sumbi namun sang ibu tidak mau karena tahu bahwa Sangkuriang adalah anaknya. Karena Sangkuriang terus memaksa, akhirnya Dayang Sumbi memberi persyaratan untuk membuat sebuah bendungan dan kapal besar yang kini dikenal sebagai Tangkuban Perahu.

Halaman Selanjutnya
img_title