Misteri Imlek Tersembunyi di Vihara Bandung yang Memukau

Vihara Setya Budi di Bandung
Sumber :
  • Google Map

VIVABandung – Di kota Bandung, Vihara Satya Budi menyimpan kisah panjang perayaan Imlek yang memikat. 

img_title AKP Muthia Khansa, Mencetak Sejarah Perempuan Pertama Jabat Kasat Lantas Polres Garut

Vihara tertua ini berdiri kokoh sejak 1885, menjadi saksi bisu perjalanan panjang etnis Tionghoa di tanah Sunda. Berlokasi di Jl. Kelenteng No.10 23A, Ciroyom, Kec. Andir, Kota Bandung,

Sejarah kelenteng ini bermula dari migrasi etnis Tionghoa antara 1825-1830. Seorang tokoh bernama Tan Hailong mengambil peran penting dengan menghibahkan tanahnya untuk membangun tempat ibadah.

img_title Calvin Verdonk Ukir Sejarah, Arsenal Bungkam Lille 3-0 di UCL 2026

Vihara Setya Budi di Bandung

Photo :
  • Google Map

img_title 4 Rekomendasi Kafe Ikonik di Jl Braga Bandung, Wajib Dikunjungi

Arsitektur vihara menakjubkan dengan sentuhan dinasti King yang autentik. Ornamen naga menghiasi setiap sudut bangunan, melambangkan keberagaman budaya Tiongkok yang kaya.

 

Warna-warna yang mendominasi bangunan memiliki makna mendalam. Merah melambangkan keberuntungan. Hijau menandakan kedamaian. Biru melambangkan filosofi air yang selalu mengalir.

Perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Satya Budi bukan sekadar ritual. Ini adalah momen di mana tradisi bertemu modernitas, di mana sejarah dirayakan dengan penuh kegembiraan.

Festival Naga menjadi salah satu momen puncak. Ribuan umat berkumpul, memperlihatkan kuatnya ikatan komunal dalam perayaan ini.

Vihara tidak sekadar tempat ibadah. Ia menjadi pusat kegiatan sosial. Berbagai program bantuan untuk masyarakat sekitar terus dilakukan sepanjang tahun.

Toleransi menjadi pesan utama. Di tengah keberagaman, Vihara Satya Budi mampu menjembatani perbedaan dengan penuh harmoni.

Pada masa kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, etnis Tionghoa mendapatkan kebebasan menjalankan tradisi. Momen bersejarah ini semakin memperkuat posisi mereka.

Pendanaan vihara murni dari donasi umat. Tidak ada satu pun biaya yang dipungut dari pengunjung. Keikhlasan menjadi fondasi utama.

Arsitektur bangunan mengikuti acuan tahun 1920, meskipun sempat mengalami kebakaran pada 2019. Restorasi dilakukan dengan mempertahankan keaslian desain.

Ornamen-ornamen klasik Tiongkok masih terjaga dengan baik. Setiap sudut menceritakan kisah leluhur yang begitu kaya akan makna.

Lukisan dewa-dewa Tiongkok menghiasi dinding, membawa pengunjung pada perjalanan spiritual yang mendalam.

Simbol-simbol budaya tersebar di setiap detail. Naga yang melingkar pada tiang melambangkan penjagaan dan perhatian terhadap kehidupan.

Vihara Satya Budi kini tidak sekadar bangunan tua. Ia adalah saksi sejarah, pusat budaya, dan simbol toleransi di Kota Bandung.

Halaman Selanjutnya
img_title