Tips Move On Setelah Gagal Nikah

Ilustrasi Lamaran Ditolak
Sumber :
  • Shuttershock

BANDUNG - Hubungan asmara yang serius biasanya diakhiri dengan pernikahan. Saat sudah sepakat, segala hal yang menyangkut pernikahan pun dipersiapkan. Tak perlu ditanya betapa pusingnya mengurus hal tersebut. Bahkan terkadang, ada yang sampai bubar dan gagal menikah karena tak temukan jalan tengahnya.

Kalaupun lancar, ada yang gagal menikah karena faktor lain di antaranya karena ketahuan punya simpanan, misalnya. Kalau sudah begini, bohong bila tidak merasa sedih, kecewa, marah, dan stres berat. Perjalanan panjang hubungan dan usaha yang sudah dikeluarkan terasa sia-sia saja. Bisa dibilang, gagal nikah merupakan momen terpuruk bagi muda - mudi.

Namun, jangan sampai kegagalan ini membuatmu terpuruk terlalu lama, berikut ini cara move on setelah gagal menikah. Agar Anda yang pernah gagal menikah bisa segera move on, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan :

 

Jangan dipendam, terima emosi yang ada

Pada saat gagal nikah, perasaan pasti terasa campur aduk. Namun, jangan pendam emosi tersebut. Jika sedih, menangislah, jika marah, luapkanlah tanpa menyakiti orang dan makhluk hidup lainnya.

“Ungkapkan saja bagaimana rasa sedih yang Anda rasakan. Pada prosesnya nanti, emosi akan naik turun. Kadang sedih, kadang bisa menerima, kadang teringat lagi; itu hal yang wajar. Yang penting, terima emosi yang dirasakan,” kata Psikolog Ikhsan Bella Persada, dilansir dari halodoc.com Rabu 25 Mei 2022.

“Pelan - pelan saja, semua butuh proses, jangan dipaksakan langsung move on sekarang juga,” sambungnya.

 

Batalkan urusan seremoni nikah agar tak berlarut - larut

Tahapan yang ini mungkin tidak berhubungan langsung dengan emosi. Namun, menyelesaikan segala urusan pernikahan yang batal akan meningkatkan perasaan lega bagi Anda dan keluarga. Hal itu diibaratkan seperti sudah tidak ada hutang lagi dengan ini dan itu. Ketika semuanya sudah beres, Anda tinggal fokus pada pemeliharaan diri.

 

Hilangkan sisa-sisa kenangan

Kalau mau move on, hal-hal yang bersifat kenangan harus disingkirkan. Anda tidak perlu menyimpan barang yang diberikan sang mantan. Jika ingin simpan satu saja, lebih baik jangan foto, video, atau barang yang sifatnya personal. Lebih baik simpan barang yang sifatnya fungsional dan bisa digunakan oleh anggota keluarga lain (jika ada).