Cerita Veteran Licin dari Gempuran Peluru dan Ledakan Bom Penjajah

Veteran Sersan Mayor (Purn) Emang
Sumber :
  • istimewa

Di usianya yang mencapai satu abad Abah Emang masih terlihat bugar. Hanya saja ia kini sedang terluka akibat kakinya tertusuk bambu saat beraktivitas di luar rumah. Ia pun memerlukan dokter karena khawatir ada infeksi. Dedi Mulyadi langsung berinisiatif menelepon dokter pribadinya. Ia meminta dokter tersebut segera datang ke rumah Abah Emang untuk mengobati luka tersebut.

"Tenang tidak perlu bayar. Kalau pejuang jangan pejuang yang datang ke dokter tapi dokter yang datang ke rumah pejuang," ujar Dedi.

Bagi Dedi momen kemerdekaan tahun ini dirasa cukup sepi. Sebab di tahun ini ia baru saja ditinggalkan oleh ayahnya Sahlin Ahmad Suryana yang wafat beberapa bulan lalu.

Sahlin sendiri merupakan salah seorang veteran yang juga pejuang kemerdekaan. Ia berhenti menjadi pejuang karena sakit-sakitan setelah diracun oleh mata-mata penjajah. "Kemerdekaan tahun ini ingat sama bapak. Tahun ini tidak bisa antar lagi bapak upacara. Jadi tahun ini tidak beliin sepatu, jas dan kemeja karena bapaknya sudah tidak ada," ujar Dedi.

Sebelum berpamitan Kang Dedi memberikan sejumlah uang kepada Abah Emang. "Duit ini tidak ada artinya dibanding perjuangan Abah," ucapnya.

Veteran Sersan Mayor (Purn) Emang

Photo :
  • istimewa