Edukasi Hadapi Inflasi untuk Kaum Milenial 

Ilustrasi kaum milenial
Sumber :
  • Pixabay/StockSnap

Dana darurat sebenarnya hanya seperti menabung, hanya saja prioritasnya digunakan untuk keperluan mendesak seperti sakit, kecelakaan maupun di kala mengalami kondisi tanpa penghasilan.

Dana darurat biasanya harus dimiliki sebanyak 6 kali total pengeluaran dalam satu bulan. Semakin banyak tanggungan, maka semakin besar pula dana darurat yang perlu dipersiapkan. Jangan lupa, pisahkan dana darurat pada rekening tabungan lain agar dapat tersimpan dengan baik.

3.Memulai Investasi Sedini Mungkin

Salah satu kebiasaan baik dalam menghadapi inflasi adalah dengan memulai untuk berinvestasi. Investasi diperlukan untuk menyiapkan rencana jangka panjang seperti membeli rumah, dana pendidikan anak, dan lain-lain. Terdapat banyak instrumen investasi yang dapat dipilih seperti reksadana, saham, deposito, obligasi, sampai dengan logam mulia.

Johanna Gani, CEO Grant Thornton Indonesia mengatakan, Inflasi merupakan hal yang tak bisa dihindari, terutama melihat kondisi perekonomian global saat ini. Untuk mengantisipasi inflasi dan resesi global, tidak bisa hanya bergantung pada peran pemerintah saja, namun perlu juga dukungan masyarakat dalam menekan tingkat inflasi yang ada di negara ini

“Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menghindari sikap konsumtif yang berlebihan terhadap produk-produk impor dan mulai beralih ke produk buatan dalam negeri. Perlu juga adanya persiapan dan edukasi kesehatan finansial bagi generasi milenial sebagai calon penerus bangsa, cerdas mengelola keuangan pribadi adalah sebuah keharusan untuk membantu menahan laju inflasi,“ ujar Johanna dalam keterangannya yang diterima VIVA, Kamis (29/9).