10 Lokasi Misterius di Dunia
- VIVA.co.id
BANDUNG – Banyaknya lokasi wisata di dunia tak dipungkiri terdapat hal misterius yang dapat terungkap dengan nalar logika manusia. Namun, hal itu tetap tak menghilangkan nilai eksotis dan rasa penasaran masyarakat untuk mengunjungi lokasi itu.
VIVA.co.id melaporkan, ada sepuluh lokasi misterius dilansir dari theactivetimes, di antaranya :
Celah Pinus (Australia)
Pada dasarnya Area 51 Australia, Pine Gap adalah basis pengawasan satelit yang dioperasikan bersama oleh pemerintah AS dan Australia di tengah Outback. Ketika konstruksi dimulai pada tahun 1967 pada puncak Perang Dingin, publik diberitahu bahwa itu adalah fasilitas penelitian ruang angkasa, bukan operasi mata-mata. Dengan demikian, itu menjadi terkait dengan banyak teori konspirasi. Ada juga laporan penampakan alien di dekat pangkalan, yang masih beroperasi sampai sekarang.
Plain of Jars (Laos)
Lebih dari 2.000 guci batu kuno besar tersebar di dataran tinggi di provinsi Xiengkhouang, Laos tengah. Beberapa berdiri setinggi 10 kaki dan berat beberapa ton. Para arkeolog memperkirakan guci itu berusia 2.000 tahun, tetapi tujuannya tidak jelas. Teori yang paling umum adalah bahwa mereka digunakan sebagai guci pemakaman.
Arena Balap/The Racetrack (Taman Nasional Death Valley, California)
Terletak di lembah antara pegunungan Cottonwood dan Last Chance di Taman Nasional Death Valley, salah satu taman nasional yang paling sulit untuk dikunjungi , Racetrack adalah playa (dasar danau yang kering) yang terkenal karena bebatuannya yang bergerak aneh. Batuan ini terlihat seperti didorong atau diseret oleh kekuatan misterius, meninggalkan jejak. Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa batu-batu itu digerakkan oleh angin selama jendela-jendela singkat ketika tanah tertutup es.
Richat Structure (Mauritania)
Juga dikenal sebagai Mata Sahara yang terdengar mistis, Struktur Richat adalah fitur melingkar selebar 30 mil yang dari luar angkasa tampak seperti mata banteng di tengah gurun. Richat awalnya diteorikan sebagai situs tumbukan meteorit tetapi sekarang diyakini telah tercipta oleh erosi kubah, mengungkapkan cincin konsentris dari lapisan batuan. Bentuknya yang khas dapat dilihat oleh para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional.