Akun Telegram Dihack? Jangan Panik! Begini 6 Cara Mudah Pulihkan Akunmu
- id.pinterest.com
VIVABandung – Telegram dianggap sebagai aplikasi chatting yang lebih aman dibanding yang lain. Tapi bukan berarti Telegram nggak bisa dihack, lho!
Jika kamu curiga akun Telegram-mu telah dihack, jangan panik.
Ikuti beberapa cara berikut untuk memulihkan akun telegram yang telah dihack.
1. Lakukan logout paksa dari semua sesi
Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah logout dari semua sesi aktif, termasuk sesi yang digunakan hacker.
Caranya, buka Telegram, pilih menu tiga garis di pojok kiri atas, pilih Pengaturan > Privasi dan Keamanan > Sesi Aktif.
Di sini kamu bisa melihat semua perangkat yang sedang mengakses akun Telegram-mu.
Pilih "Akhiri Semua Sesi Lain" untuk mengeluarkan hacker dari akunmu.
Telegram
- id.pinterest.com
2. Ubah password dan aktifkan verifikasi dua langkah
Tidak seperti WhatsApp, Telegram punya fitur password tambahan. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah untuk keamanan ekstra.
Caranya, buka Telegram, pilih menu tiga garis, pilih Pengaturan > Privasi dan Keamanan > Verifikasi Dua Langkah.
Buat password yang kuat (kombinasi huruf, angka, dan simbol) dan jangan lupa siapkan email pemulihan jika kamu lupa password.
3. Periksa dan atur ulang pengaturan privasi
Setelah berhasil mengamankan akun, periksa dan atur ulang pengaturan privasi.
Buka Telegram, pilih menu tiga garis, pilih Pengaturan > Privasi dan Keamanan.
Di sini kamu bisa mengatur siapa yang bisa melihat nomor telepon, last seen, foto profil, dan siapa yang boleh menambahkanmu ke grup.
Disarankan untuk mengatur semuanya ke "Kontak Saya" atau "Tidak Ada" untuk keamanan maksimal.
4. Hapus pesan dan file mencurigakan
Periksa riwayat chat dan hapus pesan atau file mencurigakan yang mungkin dikirim oleh hacker menggunakan akunmu.
Periksa juga apakah hacker telah membuat grup atau channel baru menggunakan akunmu. Hapus semua yang mencurigakan.
5. Perbarui aplikasi Telegram dan sistem operasi
Pastikan kamu menggunakan versi terbaru dari aplikasi Telegram dan sistem operasi HP.
Pembaruan biasanya membawa perbaikan keamanan yang penting.
Banyak kasus peretasan terjadi karena pengguna menggunakan versi aplikasi lama dengan celah keamanan.