Bahaya! Smart Home Kamu Bisa Disadap, Begini 7 Cara Mengamankannya!

Smart Home
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Rumah pintar atau smart home semakin populer di Indonesia.

img_title 5 Cara Lacak Hape Android Hilang, Pastikan Koneksi Internet Stabil

Dari TV pintar, kamera CCTV, speaker cerdas dengan asisten suara, sampai kulkas dan AC yang terhubung internet.

Namun, tahukah kamu bahwa perangkat-perangkat IoT (Internet of Things) ini rentan diretas kalau tidak diamankan dengan benar?

img_title Harmoni Ramadan Persib dan Vivo Hadirkan Meet and Greet Eksklusif Buat Bobotoh

Perangkat IoT yang diretas bisa menjadi mata-mata di rumahmu sendiri.

Peretas bisa mendengarkan percakapanmu melalui speaker cerdas, mengintip aktivitasmu melalui kamera CCTV, atau bahkan mengontrol perangkat rumahmu dari jarak jauh.

img_title 3 Rekomendasi Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terbukti Cepat Cair 2025

Lebih parah lagi, peretas bisa memanfaatkan perangkat IoT sebagai pintu masuk untuk menyerang perangkat lain di jaringan rumahmu seperti laptop dan smartphone.

Smart Home

Photo :
  • Pinterest

Tanda-tanda perangkat IoT-mu mungkin diretas yaitu perangkat menyala atau mati sendiri, aktivitas jaringan yang tidak biasa (lampu indikator berkedip saat tidak digunakan), perangkat menjadi sangat lambat, atau penggunaan data internet rumah yang tiba-tiba melonjak.

Berikut cara mengamankan perangkat smart home engan IoT di rumahmu:

1. Ganti password default perangkat

Hampir semua perangkat IoT datang dengan password default yang sama untuk semua produk serupa dan bisa dengan mudah ditemukan di internet.

Segera setelah menginstall perangkat baru, ganti password admin-nya dengan password yang kuat dan unik.

Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol dengan panjang minimal 12 karakter.

Jangan gunakan password yang sama untuk beberapa perangkat karena jika satu perangkat diretas, semuanya bisa terancam.

2. Perbarui firmware secara rutin

Produsen perangkat IoT sering mengeluarkan update firmware untuk memperbaiki kerentanan keamanan.

Sayangnya, tidak seperti smartphone yang mengingatkan kita untuk update, perangkat IoT jarang memberikan notifikasi.

Secara rutin, misalnya sebulan sekali, cek apakah ada pembaruan firmware untuk perangkat-perangkat IoT-mu melalui aplikasi pengontrolnya atau website produsen.

Update ini sangat penting karena sering berisi patch untuk lubang keamanan yang baru ditemukan.

3. Buat jaringan WiFi terpisah untuk perangkat IoT

Banyak router modern memungkinkan kamu membuat beberapa jaringan WiFi yang terpisah (misalnya jaringan tamu atau guest network).

Manfaatkan fitur ini untuk memisahkan perangkat IoT dari perangkat utama seperti laptop dan smartphone.

Halaman Selanjutnya
img_title