Jangan Anggap Remeh! Peretasan Akun Bisa Terjadi dalam Sekejap

Phising
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVABandung – Pernah dengar akun media sosial seseorang tiba-tiba dikendalikan orang lain? Atau mungkin akun perbankan digital yang kehilangan saldo tanpa transaksi? 

img_title Sadil Pindah ke Persib? Bojan Hodak Akhirnya Angkat Suara, Bikin Kaget Semua Orang!

Itu adalah contoh peretasan. Peretasan adalah tindakan mengambil alih atau mengakses sistem tanpa izin. 

Tujuan peretasan bisa bermacam-macam, mulai dari mencuri data pribadi hingga merugikan finansial korbannya.

img_title Saddil Ramdani ke Persib Bandung? Bobotoh Langsung Serbu IG, Netizen Temukan Kode Keras!

Pelaku peretasan bisa masuk ke akunmu dengan beberapa cara. 

img_title 60 Persen Gen Z Terjebak FOMO! Ini Bahayanya bagi Kesehatan Mentalmu

Ilustrasi Bahaya Peretasan

Photo :
  • Pinterest

Salah satunya adalah phishing, yaitu metode manipulasi agar kamu memberikan informasi penting seperti kata sandi. 

Biasanya melalui email atau pesan palsu yang tampak resmi. 

Ada juga serangan brute force, yaitu mencoba berbagai kombinasi kata sandi hingga berhasil. Jika kata sandimu lemah, metode ini akan sangat efektif.

Selain itu, malware juga sering digunakan untuk mencuri data. Malware bisa masuk ke perangkatmu lewat unduhan dari sumber tidak terpercaya. 

Begitu masuk, malware bisa mencatat setiap ketikanmu dan mengirimkannya ke peretas. 

Jaringan Wi-Fi yang tidak aman juga bisa menjadi celah bagi peretas untuk mengakses perangkat tanpa izin.

Apa yang harus dilakukan agar terhindar dari peretasan? 

Pertama, gunakan kata sandi yang kuat dan unik. Jangan gunakan kombinasi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir.

Kedua, aktifkan autentikasi dua faktor. Ini menambah lapisan keamanan karena peretas harus memiliki akses ke perangkat lain untuk masuk ke akunmu. 

Ketiga, jangan asal mengklik tautan atau mengunduh aplikasi dari sumber tidak jelas. 

Terakhir, perbarui sistem keamanan perangkat dan aplikasi secara berkala.

Dengan melakukan beberapa cara di atas, akun sosial media maupun ponsel bisa lebih aman dari pelaku peretasan.