60 Persen Gen Z Terjebak FOMO! Ini Bahayanya bagi Kesehatan Mentalmu

Gen Z (foto ilustrasi)
Sumber :
  • canva

VIVABandung – Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin marak di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z yang hidup di era digital

img_title 4 Rekomendasi Spot Instagramable yang Bikin Feed Milenial Auto Kece

FOMO mengacu pada kecemasan sosial akibat perasaan tertinggal dari aktivitas atau tren yang dilakukan orang lain, terutama di media sosial

Berdasarkan penelitian dari Universitas Oxford, sekitar 60% Gen Z mengalami kecemasan akibat paparan media sosial yang berlebihan. 

img_title Sadil Pindah ke Persib? Bojan Hodak Akhirnya Angkat Suara, Bikin Kaget Semua Orang!

Sementara itu, American Psychology Association mencatat 75% pengguna media sosial merasa lebih tertekan setelah mengakses platform tersebut dalam jangka panjang.

Gen Z (foto ilustrasi)

Photo :
  • canva

img_title Saddil Ramdani ke Persib Bandung? Bobotoh Langsung Serbu IG, Netizen Temukan Kode Keras!

Ketergantungan terhadap media sosial menjadi pemicu utama fenomena ini. 

Banyak individu yang menghabiskan hingga enam jam per hari untuk berselancar di dunia maya, membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain.

"Seberapa sering kita membandingkan kehidupan kita dengan orang lain di media sosial? Sadar atau tidak, kita sering melakukannya," ungkap Galuh Pravita Sari di chanel Youtubenya. 

Kebiasaan ini memicu berbagai gangguan psikologis, seperti stres, kecemasan, hingga gangguan tidur.

FOMO dapat menurunkan produktivitas karena membuat seseorang sulit fokus dalam menjalani kehidupan nyata. 

Ketika seseorang merasa tertinggal dari tren, tekanan mental meningkat, menyebabkan berkurangnya rasa percaya diri. 

Fenomena ini juga berdampak pada kualitas tidur, karena banyak orang yang tetap terhubung dengan media sosial hingga larut malam. 

Studi dari Pew Research Center menemukan bahwa 55% remaja merasa perlu selalu online agar tidak ketinggalan informasi.

Beberapa faktor memicu munculnya FOMO, salah satunya adalah perbandingan sosial yang tidak sehat. 

Ekspektasi tinggi terhadap diri sendiri dan tekanan dari lingkungan digital semakin memperparah kondisi ini. 

Selain itu, kurangnya kesadaran akan dampak psikologis FOMO membuat banyak orang terus terjebak dalam pola konsumsi media yang berlebihan.

Untuk mengatasi FOMO, ada lima langkah utama yang dapat dilakukan. 

Pertama, membatasi waktu penggunaan media sosial dengan memanfaatkan fitur pengingat waktu di ponsel. 

Kedua, lebih fokus pada kehidupan nyata dengan membangun interaksi sosial yang lebih bermakna. 

Ketiga, melatih mindfulness atau melakukan meditasi untuk mengurangi tekanan mental. 

Keempat, menetapkan batasan dalam mengonsumsi informasi agar tidak terbebani oleh tren yang tidak relevan. 

Halaman Selanjutnya
img_title