5 Penyebab Miss V Gatal Dan Cara Mengatasinya
- Times of India
Bandung – Ada kalanya area kewanitaan alias vagina mengalami kondisi gatal, dan itu hal yang cukup wajar dialami.
Namun jika terlalu sering hingga memicu ruam, bisa saja kemungkinan infeksi vagina atau Eksim Vulvar yang mengintai berasal dari kebiasaan yang Anda jalani.
Eksim umumnya mengacu pada kondisi kulit yang menyebabkan gatal, nyeri dan bercak merah pada kulit, sedangkan Eksim Vulvar terjadi ketika kulit lembut di sekitar lubang vagina wanita mengalami nasib yang sama seperti yang disebutkan di atas.
Sementara istilah, Dermatitis Vulvar dan Eksim sering digunakan secara bergantian, terjadinya yang terakhir dapat menyebabkan Dermatitis. Dermatitis adalah istilah yang lebih luas yang juga mencakup peradangan kulit.
Sementara Eksim Vulvar atau Dermatitis dapat terjadi pada wanita dari segala usia, ini sangat umum pada wanita yang belum mulai menstruasi atau wanita yang pasca-menopause. Namun, apa sebenarnya pemicu gangguan kulit pada Miss V ini? Berikut rangkumannya dikutip dari laman The Health Site.
Penyebab Dermatitis Vulva:
Sabun Mandi
Terlalu banyak menggunakan sabun, terutama yang beraroma dapat mengiritasi vagina yang dapat menyebabkan eksim atau dermatitis. Sabun mengganggu keseimbangan bakteri alami vagina. Menggunakan sabun pada vulva Anda dapat lebih berbahaya yang menciptakan efek pembersihan. Untuk melawan bakteri berbahaya, vagina harus terus-menerus mempertahankan tingkat pH asam, yang terganggu karena sabun.
Tisu Toilet
Kertas toilet dapat sangat mengiritasi lubang vagina Anda, terutama jika digunakan dengan cara yang kasar atau kasar. Kertas toilet beraroma tidak disarankan untuk digunakan pada vagina Anda. Saat menggunakan kertas toilet biasa, pastikan untuk mengoleskannya dengan lembut pada kulit vagina Anda.
Deodoran
Banyak wanita yang terbiasa menggunakan deodoran untuk menghilangkan bau tak sedap yang mungkin timbul dari vagina.
Deodoran dapat sangat mengiritasi vulva dan membuat kulit lebih tipis dari biasanya sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Bahan kimia yang ada dalam deodoran tidak dianjurkan untuk vagina yang memiliki kulit sangat sensitif dan lembut.
Keputihan
Keputihan yang dihasilkan dari tubuh adalah mekanisme pembersihan tubuh Anda untuk membantu membersihkan dan melumasi vagina Anda untuk menghancurkan bakteri berbahaya dan melawan infeksi.