Akhmad Sobirin Inisiator Gula Semut Semedo yang Mendunia

Akhmad Sobirin
Sumber :
  • Istimewa

Bandung – Seorang pria muda asal Samedo, wilayah Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas menjadi penerima penghargaan SATU Indonesia Awards pada tahun 2016.

img_title Kualifikasi Piala Dunia 2030 Menanti, Egy Berharap Tetap Bersama Garuda!

Dengan bantuan dari Astra, Sobirin telah menerima penghargaan karena berhasil mencapai perkembangan yang inovatif dalam usaha penggilingan gula semut menggunakan kelompok usaha bersama (KUBE) Manggar Jaya. Hal ini mendorong Sobirin untuk terus berupaya memberikan manfaat yang lebih besar kepada petani lainnya.

Akhmad Sobirin

Photo :
  • Istimewa

img_title John Herdman Andalkan Sport Science dan Diaspora untuk Piala Dunia 2030

Pada awalnya, dia melatih 25 individu pada tahun 2012, kemudian meningkat menjadi 150 orang saat meraih penghargaan pada tahun 2016, dan tahun ini bertujuan untuk mencapai 700 orang.

"Setiap blok desa, terdiri 1 sampai 2 RT saya buat kelompok tani untuk memudahkan pembinaan, bahkan mulai membina petani di dua desa tetangga," katanya.

img_title Daftar 14 Pemain Timnas Indonesia U-15 ke Piala Dunia 2026

Kelompok tani itulah yang akan didorong menciptakan variasi usaha seperti memproduksi jahe merah, kapulaga, kunyit, sereh untuk bahan baku gula rempah, kemudian mengembangkan peternakan sapi dan domba sekaligus produksi pupuk kandang. Serta pengembangan budidaya perikanan air tawar. 

"Saat ini baru ada dua ekor sapi dan 25 ekor kambing, dan akan terus ditambah di beberapa kelompok tani," katanya. 

Pada tahun 2017, ia juga dipercaya sebagai direktur dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Muda Wijaya. Di bawah kepemimpinannya, ia membentuk lima unit bisnis dengan melibatkan pemuda lainnya. 

Ada lima cabang bisnis yang mencakup konstruksi, sektor pertanian dan peternakan, industri pariwisata, jasa agen pos, dan terakhir, E-Warong atau toko sembako.

Pada bulan Februari 2018, Astra memberikan kepercayaan kepada Sobirin untuk mendirikan Kampung Berseri Astra dengan tujuan agar penduduk desa dapat mengoptimalkan potensi desa demi kesejahteraan mereka.

"Astra membantu apa yang dibutuhkan warga di sini untuk peningkatan kualitas hidup," katanya.

Ia mencontohkan, tahun ini Astra membantu 700 unit alat saring yang stainless steel agar peralatan produksi gula semut menggunakan material "food grade". "Ini yang baru datang sekitar 25 persennya," katanya.

Selain itu ketika ada kesulitan pemasaran ritel di dalam negeri, Astra juga ikut membantu mencarikan mitra pemasarannya.

Selanjutnya, Akhmad Sobirin (29 tahun) menjadi inisiator dan mengajak penduduk di wilayahnya untuk menciptakan gula semut sebagai hasil permintaan ekspor yang meningkat. Tentunya ini menjadi harapan yang lebih baik bagi penduduk lokal yang selama ini menghasilkan gula kelapa.

Halaman Selanjutnya
img_title