Ki Hajar Dewantara dari Bumi Cendrawasih

Anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Tanah Papua.
Sumber :
  • Instagram @papuafutureproject

VIVABandung - Ki Hajar Dewantara atau nama sebelumnya adalah Suwardi Suryaningrat, merupakan pahlawan nasional yang kemudian dikenal sebagai ‘Bapak Pendidikan Indonesia’. Gelar tersebut tidak semerta-merta didapatkan oleh seorang Ki Hajar Dewantara.

img_title Rincian Besaran Dana PIP 2025 dan Aturan Penggunaannya Agar Tepat Sasaran

Dedikasinya yang tak terhingga terhadap kemajuan Pendidikan di Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu tokoh nasional yang namanya hingga kini dikenal oleh seluruh pelajar di Tanah Air.

Salah satu magnum opusnya yang kelak menjadi cikal bakal sistem Pendidikan di Indonesia, adalah pembentukan Taman Siswa di Yogyakarta.

img_title Nominal Bantuan PIP 2025, Cair Mulai Hari Ini

Lembaga ini dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara sebagai wadah pencerahan dalam dunia Pendidikan tanpa diskriminasi apapun latar belakangnya, termasuk faktor ekononomi.

Tentu lembaga ini dibuat oleh Ki Hajar Dewantara semerta-merta untuk memberikan Pendidikan kepada kaum pribumi, yang mana saat itu dianggap sebagai kelas bawah dalam starta sosial pada masa kolinial Belanda.

img_title 3 Cara Cepat dan Mudah Cek Penerima PKH 2025, Bisa Klik di Sini

Alhasil, gagasan Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan ini terus berkembang hingga menjadi pondasi utama dalam sistem Pendidikan Indonesia di masa kini.

Seakan telah terjadi Reinkarnasi, siapa sangka kini sosok seperti Ki Hajar Dewantara Kembali terlahir di tempat yang dikenal sebagai ‘Bumi Cendrawasih’ alias Tanah Papua.

Namanya adalah Brischo Jordy, salah satu tokoh inspiratif penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Satu Indonesia Awards pada 2022.

Brischo Jordy (kiri), pendiri Papua Future Project.

Photo :
  • Instagram @papuafutureproject

Menggagas komunitas Papua Future Project (PFP), Jordy bersama kawan-kawan memiliki niat yang sungguh mulia, yaitu memajukan pendidikan di Tanah Papua.

Memiliki moto ‘Every Child Matters, Jordy dan kawan-kawan berharap agar anak-anak Papua bisa mendapatkan kualitas Pendidikan yang sama dengan pula-pulau lainnya di Indonesia.

Tentu semangat Jordy dan kawan-kawan bukan tanpa alasan, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada rentan waktu 2021-2023, angka buta huruf tertinggi di Indonesia terdapat di Papua, yaitu 15,78 persen.

Jika berkaca pada data demikian, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan di Papua sedang tidak baik-baik saja.

Sebagai seseorang yang lahir di Tanah Papua, melihat fakta demikian, Jordy pun merasa tergerak untuk memajukan Pendidikan bagi anak-anak setempat sebagai generasi penerus di tempat yang dijuluki sebagai ‘Buma Cendrawasih’ tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title